NPC DIY Buka Pendaftaran Pelatih Pelatda 2022
National Paralympic Committee (NPC) DI Yogyakarta berencana membuka seleksi pelatih pemusatan latihan daerah (pelatda) 2022.
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - National Paralympic Committee (NPC) DI Yogyakarta berencana membuka seleksi pelatih pemusatan latihan daerah (pelatda) 2022.
Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto mengatakan program ini mulanya akan dibuka pendaftaran pada 18 April mendatang.
Dalam pelatda 2022 ini nantinya akan ada enam cabang olahraga (cabor) yang akan ditangani calon pelatih.
Baca juga: Pemkab Magelang Dorong Sinergisitas OPD melalui Kerja Sama dengan PKK
Keenam cabor itu antara lain angkat berat, panahan, bulutangkis, tenis meja, dan tenis kursi roda.
“Total ada enam cabor ini kita ambil karena keenamnya memberikan prestasi di Peparnas 2021 kemarin. Jadi kita lebih ke bagaimana menjaga konsistensi mereka dan juga untuk meminimalisir adanya keinginan mutasi atlet ke daerah yang lain,” ujarnya, Rabu (13/4/2022).
Haryanto menjelaskan untuk rekrutmen pelatih kali ini terbuka untuk umum. Syaratnya ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi calon pelatih yang hendak mendaftar.
Satu harapan Haryanto, pelatih yang akan menangani paralimpian DIY dapat fokus dan tidak melatih di tempat lain.
Sementara itu Ketua Biro Pembinaan dan Prestasi (Binpres) NPC DIY, Rumpsi Agus Sudarko mengatakan ada tiga tes yang akan dilalui oleh calon pelatih.
Yakni, tes psikologi pada 25 April, tes kecaboran pada 26 April, dan tes disability awareness pada 27 April. Pihaknya pun melibatkan sejumlah pihak dari berbagai instansi untuk membantu dalam seluruh tahapan seleksi ini.
Baca juga: Jumlah Pasien Sembuh Meningkat Pesat, Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Kini Tersisa 90 Orang
“Rencana untuk psikologi itu kerjasama dengan Fakultas Psikologi UAD, terus untuk disabilitas awareness dengan Yayasan Satu Nama, untuk yang tes kecaboran itu nanti kita akan minta beberapa teman dari FIK UNY,” ujar ia.
Pihaknya berharap calon pelatih yang mendaftar memiliki sejumlah kemampuan seperti jiwa kepemimpinan, kepedulian dengan teman-teman disabilitas, dan komitmen serta menguasai masing-masing cabor.
Ia juga ingin pelatih yang terpilih bisa membuat program latihan dan mengimplementasikannya dalam Pelatda.(tsf)