Mutiara Ramadhan Tribun Jogja LDNU DIY

Rekonstruksi Dalam Tata Kehidupan Etis

Cara untuk mewujudkan eudaimonia atau as-sa’adah adalah melalui moral etis dalam kehidupan kolektif. Adapun moral etis tersebut diasah.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Dr H Arif Rohman, Wakil Ketua PWNU DIY 

Oleh: Dr H Arif Rohman, Wakil Ketua PWNU DIY

TRIBUNJOGJA.COM - Semua  agama mengajarkan kepada semua umatnya untuk mencapai hidup bahagia.Dalam terminologi filsafat Yunani,sebutan hidup bahagia dipakai istilah eudaimonia atau as-sa’adah dalam Islam.

Cara untuk mewujudkan eudaimonia atau as-sa’adah adalah melalui moral etis dalam kehidupan kolektif. Adapun moral etis tersebut diasah dan dibentuk melalui puasa.

Dalam Islam, puasa di bulan Ramadan adalah salah satu dari rukun Islam yang wajib hukumnya untuk dijalankan oleh seorang mukmin.

Puasa dimaksudkan untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri, serta meningkatkan rasa syukur.Tradisi puasa ternyata tidak hanya dilakukan oleh umat muslim, pemeluk agama lain pun memiliki tradisi puasa.

Puasa dalam agama lain memiliki aturan yang berbeda dengan Islam, namun tujuannya hampir sama yaitu melatih disiplin dan kesabaran.

Ada tiga penjelasan teori moral etis tentang bagaimana upaya manusia untuk mewujudkan kebahagiaan hidup, yaitu teori: hedonisme-etis, self-developmentalisme, dan utilitarisme.

Teori pertama meyakini bahwa setiap manusia memiliki aneka dorongan, baik yang spontan seperti haus, lapar, rindu, dan mengantuk, maupun yang tak spontan seperti keinginan berteman, berilmu, berkuasa, berharta, dan beribadah.

Aneka dorongan tersebut apabila dipenuhi akan diperoleh kenikmatan. Nikmat merupakan kesenangan dan kebahagiaan yang dirasakan manusia apabila sebuah harapan yang diinginkannya sudah terpenuhi.

Ada 4 tingkatan kenikmatan, yaitu: jasmaniah, rohaniah, sosial, dan spiritual. Untuk memenuhi semua keinginannya, manusia harus bertindak sesuai moral etis dengan mempertimbangkan sikap yang paling efektif bagi keuntungan dirinya dan orang lain.Usaha manusia untuk memenuhi aneka kenikmatan adalah pengalaman, sedangkan semua pengalaman memerlukan kesediaan untuk menahan diri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved