11 Tahun Tribun Jogja

Penanaman Bela Negara di UPN Veteran Yogyakarta Lebih Efektif Ketika Kuliah Luring

Sebab UPN Veteran Yogyakarta adalah kampus yang menekankan bela negara pada mahasiswanya. Menurut dia, penanaman karakter bela negara lebih efektif

Tangkapan Layar
Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Prof Dr Mohamad Irhas Effendi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tribun Jogja merayakan ulang tahun ke-11 hari ini, Senin (11/04/2022). Pada HUT kali ini, Tribun Jogja mengangkat tema “Spirit Baru DIY-Jateng Sambut Era Endemi”.

Salah satu kegiatan yang dilaksankan untuk memeriahkan HUT Tribun Jogja adalah webinar nasional, bertajuk “Saatnya Mahasiswa Kembali ke Jogja". 

Hadir secara daring Menteri Pendidikan, kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim.

Selain itu hadir pula 11 rektor universitas di DIY, salah satunya adalah Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Prof Dr Mohamad Irhas Effendi.

Baca juga: Universitas AMIKOM Yogyakarta Gandeng Hollywood Hingga Facebook Untuk Pengembangan Mahasiswa

Ia mengatakan pembelajaran luring sangat diperlukan.

Sebab UPN Veteran Yogyakarta adalah kampus yang menekankan bela negara pada mahasiswanya.

Menurut dia, penanaman karakter bela negara lebih efektif jika dilaksanakan secara luring.

"Karena dari pendiri sudah diamanatkan untuk menanamkan bela negara, sehingga sampai saat ini kami harus melaksankaannya. Setiap mahasiswa baru di kampus kami harus memakai seragam, diawali dengan doa, kemudian disiapkan. Ini semata-mata untuk membentuk karakter," katanya, Senin (11/04/2022).

"Untuk menanamkan bela negara, cinta tanah air, rela berkorban lebih efektif kalau datang ke kampus," sambungnya.

Baca juga: Pakar Sosiologi UWM: Sekolah dan Dinas Pendidikan Perlu Petakan Motivasi Siswa Kejuruan Jadi Agresif

Selama pandemi Covid-19, pembelajaran dilaksanakan dengan bauran.

Namun pada semester genap, UPN Veteran Yogyakarta bakal melaksanakan pembelajaran luring.

Namun tidak menutup kemungkinan untuk melaksanakan blended learning.

Menurut dia, dengan pembelajran luring, mahasiwa dapat berkontribusi meningkatkan perekonomian DIY.

Apalagi 60 persen mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta berasal dari luar DIY.

"Jadi sebagian kuliah di kampus, sebagian di kos-kosan. Ini semata-mata untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekitar kampus. Mudah-mudahan dalam waktu dekat," imbuhnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved