Klaten Masuk Daerah Miskin Ekstrem di Jateng, Ini Langkah Bupati Sri Mulyani

Kabupaten Klaten masuk ke dalam daftar 19 daerah miskin ekstrem di Provinsi Jawa Tengah.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Bupati Klaten Sri Mulyani saat ditemui di Gedung Sunan Pandananaran, Jumat (8/4/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kabupaten Klaten masuk ke dalam daftar 19 daerah miskin ekstrem di Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Klaten, Sri Mulyani telah mendapatkan informasi terkait hal tersebut dan menyiapkan beberapa langkah strategis untuk melakukan penanggulangan.

"Kita kerja, ya kerja ekstra dengan masuknya Kabupaten Klaten di Jawa Tengah masuk kabupaten miskin ekstrem," ucap Mulyani Minggu (10/4/2022).

Diakui Mulyani, ketika mendapatkan informasi terkait daerah yang ia pimpin masuk ke dalam 19 daftar wilayah miskin ekstrem, ia langsung melakukan rapat dengan TAPD.

"Kita sudah merumuskan langkah-langkah setelah saya membaca surat itu, kemarin saya sudah rapat dengan TPAD bagaimana kita segera merumuskan langkah-langkah," ulasnya.

Diakui Yani, dari 26 kecamatan yang ada di daerahnya, setidaknya terdapat 5 kecamatan yang masuk kategori miskin ekstrem di Jawa Tengah.

Baca juga: Terima Bantuan BT-PKLWN sebesar Rp 600 Ribu, Pedagang Kecil di Klaten Tampak Sumringah

Baca juga: Sebanyak 20 Ribu PKL di Klaten Terima Bansos BT-PKLWN sebesar Rp 600 Ribu

"Untuk Klaten ada lima kecamatan yang masuk daerah miskin ekstrem ya, itu nanti kita lakukan kegiatan di perubahan tahun ini," jelasnya.

Selain itu, lanjut Mulyani, di Klaten ini juga terdapat sekitar 18 ribu unit rumah tak layak huni yang bakal diperbaiki oleh pihaknya melalui bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).

"Terus akan kita bantu juga dengan program-program bantuan UMKM, jambanisasi, menurunkan stunting juga jadi prioritas saya," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AKB Klaten, M Nasir menambahkan 5 kecamatan yang masuk kategori miskin ekstrem di Klaten adalah Wedi, Wonosari, Trucuk, Jatinom dan Karangnongko.

"Sementara ini yang masuk kecamatan ekstrem di wilayah kita dan akan masuk prioritas untuk penanganan," ucapnya. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved