China Jual Kapal Selam Tanpa Mesin ke Thailand, Bagaimana Bisa?

China menjual kapal selam tanpa mesin ke Thailand. Hal ini pun menjadi pertanyaan bagi PM Thailand Prayuth Chan-o-cha

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Shutterstock
Ilustrasi kapal selam 

TRIBUNJOGJA.COM - China menjual kapal selam tanpa mesin ke Thailand. Hal ini pun menjadi pertanyaan bagi PM Thailand Prayuth Chan-o-cha yang mendengar kabar bahwa Jerman menolak menyediakan mesin kapal selam China tersebut.

“Apa yang kita lakukan dengan kapal selam tanpa mesin? Mengapa kita harus membelinya?" ujar Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha pada Senin (4/4/2022) dikutip dari Thaiger.

"Jika kesepakatan tidak dapat dipenuhi, kita harus memikirkan apa yang harus dilakukan. Bukankah begitu cara kita memecahkan masalah?” tambahnya.

Komentar PM Prayuth menanggapi kabar bahwa pabrikan Jerman menolak menyediakan mesin diesel MTU396 yang diperlukan China untuk kapal selam kelas S26T Yuan yang saat ini sedang dibangun untuk Royal Thai Naval, menurut laporan Bangkok Post.

Prayuth yang juga menjabat Menteri Pertahanan mengatakan, dia sudah memberitahu Angkatan Laut Thailand untuk menyelesaikan kesepakatan.

Namun, jika China tidak mau mengalah, maka Thailand akan membatalkan kesepakatan itu.

Dia menekankan bahwa pembatalan tidak akan mempengaruhi hubungan Thailand-China.

Pada Sabtu (2/4/2022), kesepakatan pengadaan kapal selam belum berubah, menurut komandan angkatan laut Laksamana Somprasong Nilsamai, yang mengatakan China harus mematuhi perjanjian kontrak.

Ketentuan kesepakatan menetapkan bahwa MTU Jerman akan memasok mesin kapal selam.

Akan tetapi, perusahaan itu dilarang menjual mesin kapal selam karena embargo Jerman terhadap peralatan militer, yang diberlakukan setelah Perang Dunia II.

Angkatan Laut Thailand diduga tidak mengetahui ketentuan itu.

Namun, dengan Jerman mengubah kebijakan pertahanannya secara signifikan sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, Thailand mungkin ingin menunggu dan melihat apakah bisa mendapatkan mesin buatan Jerman yang dimintanya.

AL Thailand akan mengadakan pembicaraan dengan China Shipbuilding & Offshore International Co atau CSOC untuk menyelesaikan masalah ini, menurut juru bicara angkatan laut Wakil Laksamana Pokkrong Monthatphalin.

Sementara itu, CSOC--perusahaan yang membangun kapal selam China untuk Thailand--dilaporkan meminta mengubah kontrak untuk mengganti mesin Jerman dengan mesin China.

Pada 2017 Thailand menandatangani kesepakatan untuk membeli kapal selam kelas S26T Yuan China seharga 13,5 miliar baht (Rp 5,77 triliun), dengan pembayaran yang akan dilakukan secara bertahap selama tujuh tahun.

Pembayaran pertama sebesar 700 juta baht (Rp 299,44 miliar) dilakukan pada 2017. (*)

--

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "China Jual Kapal Selam ke Thailand, tapi Tidak Ada Mesinnya"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved