Air MCK Berganti-ganti Warna Biru Merah Hitam, Warga Ciwalengke Saring Air Selokan Tercemar Limbah

Sudah hampir 10 tahun warga Kampung Ciwalengke, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, harus mengandalkan air Sungai

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
KOMPAS.com/ M ELGANA MUBAROKAH
Rini Marliani (54) istri dari ketua RW setempat mengaku warga Kampung Ciwalengke Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya sudah puluhan tahun mengalami krisis air bersih dan menggunakan aliran air sungai yang tercemar limbah pabrik dan rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari 

TRIBUNJOGJA.COM - Warga RT 02 RW 10 Kampung Ciwalengke, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terpaksa mengandalkan air sungai atau selokan untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal, air tersebut sudah tercemar limbah

 Jauh sebelum ada Satgas Citarum Harum, air Sungai Ciwalengke yang digunakan oleh warga RT 02 RW 10 tercemar limbah.

"Wah sebelum ada tentara mah, air di MCK itu warnanya ganti-ganti, kadang biru, merah, atau hitam, bau nya menyengat. Ya, tergantung pabrik lagi menggunakan warna apa," kata istri ketua RW setempat, Rini Marliani (52) saat ditemui Jumat (8/4/2022).

Ia menceritakan, sudah hampir 10 tahun warga Kampung Ciwalengke, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, harus mengandalkan air Sungai Ciwalengke yang tercemar limbah industri dan rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari.

"Krisis air bersih di sini udah berlangsung kurang lebih 10 tahun," ujar Rini, dikutip Tribun Jogja dari laporan kompas.com.

Ia menyebut, masyarakat di wilayahnya yang terdampak langsung yaitu warga yang tinggal di kontrakan, tepatnya RT 02 RW 10.

"Memang yang gak punya air bersih itu yang tinggal di kontrakan, jadi mereka itu pake air sungai," beber Rini.

Air Sungai Ciwalengke di belokan melalui bangunan pabrik tekstil dan pemukiman warga, kemudian dialirkan melalui pipa paralon menuju bak penampungan sementara, menurut laporan kompas.com.

Dari bak penampungan dilarikan menuju sumur yang ada di MCK. Air sumur tersebut terlihat keruh dan sedikit berbau.

Rini mengatakan, terkadang warga yang tinggal di kontrakan harus membersihkan sampah plastik atau sedimen lumpur yang terbawa.

"Jadi yang di kontrakan itu sehari-harinya menggunakan air selokan, yang disaring dulu lewat beberapa jalur kemudian masuk ke sumur. Dari sumur ditimba. Dari situ dipake nyuci, dipake mandi," tambah dia.

Namun tak semua warga menggunakan air Sungai Ciwalengke. Banyak warga yang memasang sumur bor sendiri.

Tapi tetap saja ada warga yang ragu dengan kualitas air yang dikeluarkan sumur masing-masing.

"Kalau saya pakai air sendiri bikin sumur, alhamdulillah jernih, cuka gak tau apakah betul higenis," kata Rini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved