Berita Bisnis Terkini
Pemanfaatan Meningkat, Fintech Diyakini Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Capaian Fintech ditunjukkan nilai transaksi uang elektronik melonjak 58,5 persen (y-o-y), jadi lebih dari IDR 35 triliun di akhir 2021 silam.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia) kembali menggelar Annual Members Survey (AMS) 2021, belum lama ini.
Berbicara mengenai sumber pertumbuhan ekonomi nasional, Fintech pun disebut-sebut mengalami perkembangan pesat beberapa waktu terakhir.
Fenomena tersebut, terbukti dengan peningkatan jumlah penyelenggara Fintech berlisensi, makin beragamnya solusi layanan keuangan digital yang ada di pasaran saat ini, dan pertumbuhan pemanfaatan Fintech , hingga layanan keuangan digital di tengah masyarakat.
Capaian Fintech ditunjukkan nilai transaksi uang elektronik melonjak 58,5 persen (y-o-y), jadi lebih dari IDR 35 triliun di akhir 2021 silam.
Baca juga: BI Yakini Pemulihan Ekonomi Nasional Bisa Terus Tumbuh 4,7 Persen
Kemudian, adopsi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang melebihi target 12 juta merchants, sebelum tenggat serupa.
Dalam ringkasan eksekutif Laporan Survey Aggota Tahunan AFTECH, AMS 2021, Indonesia menyumbang 23 persen dari seluruh perusahaan fintech di Asia Tenggara.
Perkembangan ini, dikombinasikan dengan potensi industri Fintech di Indonesia, yang menarik minat investor.
Ketua Dewan Pengawas AFTECH, Rudiantara mengatakan, selain menunjukkan signifikansi industri Fintech dalam menarik investasi, statistik ini juga menunjukkan peran Fintech yang signifikan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masa depan bagi Indonesia.
"Survei yang dilakukan terhadap para anggota AFTECH, merupakan variable kunci atas aspirasi yang disampaikan, untuk diterapkan dalam pembentukan aturan-aturan yang lebih pas kedepannya," tambahnya.
"Itu disesuaikan juga dengan kode etik yang berlaku serta kebutuhan-kebutuhan lain terhadap Fintech agar mendapat kepercayaan publik," lanjut Rudiantara.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang hadir untuk menyampaikan pidato kunci, kembali menegaskan, bahwa banyak yang wajib dibenahi, mengenai kondisi Fintech di Indonesia yang masih menjadi sorotan regulator,
Seperti, masalah perlindungan konsumen, termasuk perlindungan datanya, juga masalah infrastruktur secara teknis yang memberikan jaminan bahwa Fintech tersebut fungsional dan dapat digunakan secara praktis oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Baca juga: Bank Indonesia DIY Nilai Pertumbuhan Ekonomi Yogyakarta Tinggi
“AFTECH diharapkan terus memegang komitmen untuk terus bersinergi dN kolaborasi, dengan seluruh penyelenggara sektor jasa keuangan, serta mendorong upaya dalam mempercepat digitalisasi dan mendukung pemulihan ekonomi Indonesia," imbuhnya.
Selain itu, ia berharap, AFTECH juga mampu meminimalkan kesenjangan digital, terutama bagi kelompok rentan dan kurang terlayani.
Yakni, kelompok perempuan, pemuda dan terutama masyarakat di daerah yang masih tertinggal.
"Semoga, hasil AMS 2021 akan menjadi bahan diskusi yang produktif dan memberikan kontribusi yang positif bagi perbaikan ekosistem finansial teknologi di Indonesia," pungkas Menteri Keuangan. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemanfaatan-Meningkat-Fintech-Diyakini-Jadi-Sumber-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia.jpg)