Nama Ali Mochtar Ngabalin Dicatut dan Tanda Tangan Dipalsukan untuk Minta Sumbangan, Lapor Bareskrim

Badan Rerserse Kriminal (Bareskrim) Polri menerima laporan kasus dugaan pencatutan nama dan pemalsuan tandang tangan yang dilaporkan Tenaga Ahli Utama

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
KOMPAS.com/RAHEL NARDA
LAPOR BARESKRIM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (7/4/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Nama Ali Mochtar Ngabalin yang merupakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) dicatut dan tanda tangannya dipalsukan untuk meminta sumbangan. Kasus ini langsung dilaporkan ke Bareskrim pada Kamis (7/4/2022).

Ngabalin datang ke Bareskrim untuk melaporkan dugaan tindakan pemalsuan tanda tangan dan kop surat KSP untuk meminta sumbangan.

Badan Rerserse Kriminal (Bareskrim) Polri menerima laporan kasus dugaan pencatutan nama dan pemalsuan tandang tangan yang dilaporkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi nomor: LP/0165/IV/2022/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 7 April 2022.

Dalam pelaporan itu, pihak terlapor diduga melanggar Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 263 KUHP.

"LP dan tadi sudah ada hasilnya, syukur Alhamdulillah. Sudah ada laporan polisi," ujar Ngabalin kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/4/2022).

Ngabalin pun menyerahkan penanganan kasus itu kepada pihak kepolisan.

Ia pun menegaskan, tidak pernah mengeluarkan surat permintaan dana atau sumbangan sebesar Rp 800 juta ke Wali Kota Cirebon.

"Kami serahkan semuanya kepada kepolisian, nanti biar polisi menyerahkan penyelidikan. Pokoknya saya tidak pernah bikin surat KSP, baik eksternal maupun internal," ujar Ngabalin.

Ngabalin juga mengatakan kasus pemalsuan dan pencatutan tersebut juga sudah pernah terjadi sebelumnya.

Tindakan itu, lanjut dia, juga tidak hanya menimpa dirinya, tetapi pejabat lain di KSP.

"Banyak sekali yang ngaku-ngaku, banyak sekali orang yang mencatut nama Pak Moeldoko, ibu deputi, pak deputi, saya juga," ujar Ngabalin.

Selain memberikan dokumen pamalsuan yang mencatut namanya, Ngabalin juga menyertakan dua surat pencatutan pejabat lainnya di KSP.

Salah satu surat yang dibawa Ngabalin yakni surat yang mencatut Kepala KSP Moeldoko.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved