Mutiara Ramadhan Tribun Jogja LDNU DIY

Puasa dan Ketahanan Mental

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan dampak kecepatan akses informasi, jasa dan bahkan akses interaksi.

Editor: ribut raharjo
Puasa dan Ketahanan Mental
Istimewa
Muhajir, Sekretaris PWNU DIY

Oleh: Muhajir, Sekretaris PWNU DIY

TRIBUNJOGJA.COM - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan dampak kecepatan akses informasi, jasa dan bahkan akses interaksi.

Pada satu sisi perkembangan teknologi membantu manusia untuk lebih mudah melakukan aktivitasnya, tapi pada sisi lain tidak jarang teknologi mengkebiri nilai-nilai kemanusiaan.

Selain itu teknologi juga berdampak pada digitalisasi dan instanisasi kehidupan. Dari situ lahirlah generasi yang ingin cepat dan mudah mendapatkan apa yang dikehendaki melupakan adanya proses yang di sana justru banyak mengandung nilai-nilai kehidupan.

Pada perkembangan selanjutnya tidak mustahil, akibat dimanjakan teknologi, akan lahir generasi-generasi yang mudah putus asa, cengeng, dan anti-sosial.

Pertanyaanya adalah bagaimana malahirkan generasi abad teknologi yang unggul, berkarakter, humanis dan berfikir positif? Jawabannya adalah ajari mereka berpuasa.

Psikolog berkelahiran California sekaligus penggagas kecerdasan emosional (Emotional Intelligence), Daniel Golamen, melakukan penelitian dengan menjadikan anak-anak Sekolah Dasar sebagai objeknya. Penelitian yang ia lakukan cukup sederhana, yaitu di saat pagi hari anak-anak baru masuk kelas, ia katakan bahwa dia menyediakan roti, yang bisa diambil dan dimakan pagi hari atau siang hari waktu selesai sekolah.

Bagian setiap siswa hanya satu hari, artinya bagi yang sudah ambil dipagi hari tidak diperbolehkan mengambil siang hari juga.

Setelah Daniel Golmen mengumumkan hal tersebut, ada sebagian anak yang ambil roti di pagi hari (kelompok pertama) dan ada pula sebagian yang ambil roti di siang hari (kelompok kedua) atau menahan lapar (puasa) dalam beberapa jam.

Eksperimen tersebut dia lakukan beberapa hari dan menunjukkan bahwa hampir setiap anak yang ambil roti di pagi hari, pada hari berikutnya dan seterusnya juga demikian, begitu juga yang ambil roti di siang hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved