Antisipasi Potensi Bencana Kabupaten Sleman

Pemkab Sleman secara konsisten dan bertahap memberikan informasi antisipasi bencana kepada masyarakat

dok.istimewa
Ilustrasi 
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa (ist)

*Oleh: Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa

AWAL tahun 2022 ini, di Kabupaten Sleman terjadi beberapa bencana alam. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa secara geografis seluruh wilayah Kabupaten Sleman memiliki potensi bencana. Setidaknya Sleman memiliki tujuh potensi bencana yaitu erupsi Gunung Merapi, banjir lahar, banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi dan kebakaran. Terutama saat ini potensi bencana hidrometeorologi yang cukup besar.

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman beserta perangkat daerah terkait telah melakukan berbagai upaya mitigasi bencana maupun edukasi kepada masyarakat. Termasuk berkoordinasi dengan Instansi vertikal yang memiliki ketugasan khusus seperti BNPB,  BPBD DIY,  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)  dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hal ini ditujukan untuk meminimalisir potensi dampak yang dapat ditimbulkan jika terjadi bencana di Kabupaten Sleman.

Pemkab Sleman secara konsisten dan bertahap memberikan informasi antisipasi bencana kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki pengetahuan yang komprehensif terkait antisipasi potensi bencana di wilayah masing-masing. Pada tahun 2022 ini Pemkab Sleman melalui BPBD mengalokasikan anggaran sebesar Rp 525 juta lebih untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di kawasan Rawan Bencana. Pada tahun 2021, Pemkab Sleman menargetkan warga yang memperoleh informasi rawan bencana adalah sebanyak 90,53

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved