Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 4 April 2022: Keluarkan 10 Kali Guguran Lava Pijar 2 Km ke Barat Daya

Gunung Merapi mengeluarkan 10 kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2 km, Senin (4/4/2022).

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Visual Gunung Merapi 21 Maret 2022 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi mengeluarkan 10 kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2 km, Senin (4/4/2022).

Hal ini terlihat dalam pengamatan selama enam jam oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) mulai 00.00-06.00 WIB.

Kepala BPPTKG , Hanik Humaida mengatakan, secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Hari Ini, Senin 4 April 2022

Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat. Suhu udara 14-20 °C, kelembaban udara 76-99 persen, dan tekanan udara 570-687 mmHg. 

“Secara visual, gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100-200 m di atas puncak kawah,” paparnya.

Gempa guguran terjadi sebanyak 31 kali dengan amplitudo 4-18 mm berdurasi 21,3-154,6 detik.

Hybrid/fase banyak berjumlah 2 kali dengan amplitudo 3 mm, S-P 0,5-0,7 detik berdurasi 5,4-7,6 detik.

“Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada di level III atau siaga,” tambahnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca juga: INFO Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Senin 4 April 2022, Diprediksi Turun Hujan Merata

Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Masyarakat juga diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tandasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved