Ramadan 1443 H

Ribuan Orang Padusan di Pantai Parangtritis Simbol Membersihkan Diri Menyambut Bulan Suci

RIBUAN wisatawan berkunjung ke Pantai Parangtritis, Jumat (1/4/2022) sore. Kawasan pantai ini lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Penulis: Santo Ari | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUN JOGJA/SANTO ARI
TRADISI - Pengunjung Pantai Parangtritis berwisata sembari melakukan tradisi padusan, Jumat (1/4/2022). 

RIBUAN wisatawan berkunjung ke Pantai Parangtritis, Jumat (1/4) sore. Kawasan pantai ini lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya, dikarenakan banyak yang datang untuk tradisi padusan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Satu di antara pengunjung itu adalah Soniyanto (34) asal Temanggung, Jawa Tengah. Dia bersama kerabatnya memang sengaja datang ke Pantai Parangtritis untuk melakukan padusan. Kegiatan ini rutin ia lakukan tiap tahun menjelang Ramadan.

Soni memilih padusan di pantai daripada di kamar mandi atau kolam karena ingin sekalian berwisata. "Ini tadi (kemarin) berangkat dari Temanggung. Setelah dari Parangtritis akan langsung pulang," ucapnya.

Menurut pengalamannya, pengunjung Pantai Parangtritis untuk padusan kali ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Namun demikian ia bersyukur bahwa tahun ini lebih banyak kelonggaran dari pemerintah sehingga dia bisa menjalankan tradisi padusan sekaligus berwisata dengan mudah.

Pengunjung lain, Sukajinah (60) mengatakan, dirinya datang ke Pantai Parangtritis untuk padusan bersama tetangga satu RT. Ia sendiri beralamat di Krandon RT 02, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, Sleman. "Ini tadi satu RT naik bus ke Parangtritis untuk padusan," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator TPR Parangtritis, Rokhmad Ridwanto mengatakan, tingkat kunjungan untuk padusan di kawasan Pantai Parangtritis kali ini lebih landai walaupun ada sedikit peningkatan. Hingga pukul 15.30 kemarin, sudah ada sekitar 2.575 orang yang berkunjung ke pantai di pesisir selatan DIY ini.

Jika dibandingkan jumlah kunjungan harian, wisatawan bisa mencapai 3 ribuan hingga pukul 18.00. "Pengunjung baru berdatangan sekitar pukul 15.00. Jadi ketika nanti selesai pukul 18.00 mungkin bisa 3.500 sampai 4.000 pengunjung," imbuhnya.

Rata-rata pengunjung yang datang kemarin didominasi wisatawan yang mengendarai sepeda motor dan mobil pribadi. Jika dilihat dari nomor polisi kendaraan-kendaraan itu, sebagian besar berasal dari DIY dan Jawa Tengah.

Pengamanan
Ratusan petugas tim Aearch And Rescue (SAR) gabungan mengamankan tradisi padusan menjelang Ramadan di kawasan pantai selatan Kabupaten Bantul, Jumat (1/4/2022) sore. Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III, Bantul Muhammad Arief Nugraha mengatakan, pihaknya mengerahkan seluruh personel yang ada, yakni sebanyak 69 orang untuk berjaga di sejumlah pantai, mulai dari Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok.

"Selain seluruh personel tim SAR Satlinmas Wilayah III Bantul kita terjunkan. Kita juga di-back up dari petugas Ditpolairud Polda DIY, Satpol PP, dan potensi SAR lainnya," ujar Arief.

Sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan air, pihaknya telah memasang rambu-rambu di titik yang di bawahnya terdapat palungnya. Dengan demikian wisatawan dan masyarakat tidak nekat mandi di lokasi tersebut karena sangat berbahaya.

Sementara itu, Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul, Nugroho mengatakan, pihaknya menerjunkan 30 personel anggota SAR Satlinmas Wilayah IV dibantu sejumlah personel dari TNI AL, Polisi Air Polres Bantul, dan potensi SAR lainnya.

Pihaknya mengonsentrasikan pengawasan di Pantai Goa Cemara, Pantai Baru, dan Pantai Pandansari yang menjadi tujuan wisatawan melaksanakan tradisi padusan. "Kami punya keterbatasan personel, namun kami berusaha pantai yang ada palungnya akan kita siapkan petugas dari SAR gabungan," tandasnya. (Santo Ari)

Baca Tribun Jogja edisi Sabtu 2 April 2022 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved