Berita Bisnis Terkini

Investasi Aset Kripto Tumbuh Positif, Kemendag RI : Nilai Transaksi Naik 14,5 Persen Dibanding 2021

Pertumbuhan tidak hanya terjadi dari sisi jumlah investor dan transaksi saja, namun juga terhadap para pemain di industri.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Ilustrasi aplikasi Tokocrypto 

Tribunjogja.com - Fenomena investasi aset kripto di Indonesia, ternyata membuka banyak peluang.

Pertumbuhan tidak hanya terjadi dari sisi jumlah investor dan transaksi saja, namun juga terhadap para pemain di industri.

Terhitung hingga Maret 2022, jumlah calon pedagang fisik aset kripto di Indonesia yang telah memiliki tanda daftar dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tercatat bertambah menjadi sebanyak 18 perusahaan pedagang aset kripto.

Padahal sebelumnya, di akhir tahun 2021 hanya ada 11 pedagang.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan dua tahun belakangan menjadi tahun yang menarik bagi perkembangan perdagangan fisik aset kripto di Indonesia.

Baca juga: Masuk Bulan April, Market Kripto Kehabisan Bensin untuk Bull Run?

Ia pun meyakini dalam waktu dekat, sangat dimungkinkan jumlah calon pedagang aset kripto akan terus bertambah.

"Hingga Februari 2022, nilai transaksinya tumbuh 14,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021. Pada bulan lalu juga, jumlah pelanggan terdaftar mencapai 12,4 juta pelanggan. Perkembangan yang luar biasa ini perlu untuk terus dikawal bersama agar perdagangan fisik aset kripto di Indonesia tetap berada di koridor yang benar,” kata Jerry dalam siaran pers Kementerian Perdagangan.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto , Teguh Kurniawan Harmanda, melihat meningkatnya jumlah calon pedagang aset kripto di Indonesia membuktikan bahwa industri berjalan dengan baik.

Kemudian, aset kripto sudah bisa diterima oleh masyarakat sebagai salah satu instrumen investasi.

"Kami dari asosiasi menyambut baik pertumbuhan jumlah calon pedagang aset kripto di Indonesia. Mungkin kalo dari market atau masyarakat melihat akan semakin banyak kompetitor, bukan di asosiasi kita sama-sama merangkul bersama-sama membangun sebuah ekosistem industri aset kripto di Indonesia, karena potensinya sangat besar," kata pria yang akrab disapa Manda.

Baca juga: Inilah 5 Aset Kripto yang Harganya Berpotensi Naik Seminggu Kedepan

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved