Ramadan 1443 H

Deretan Keajaiban Puasa Menurut Sains : dari Membersihkan Racun Hingga Turunkan Risiko Kanker

Selain menjanjikan pahala yang berlipat ganda, ibadah puasa juga terbukti memiliki deretan manfaat bagi kesehatan tubuh

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
shutterstock via hello sehat
Ilustrasi saluran pencernaan 

TRIBUNJOGJA.COM - Puasa tidak hanya memberikan keutamaan dalam segi keimanan dan ketakwaan. Puasa juga terbukti memberikan manfaat besar pada kesehatan tubuh dan mental. Satu di antaranya yakni dengan terjadi proses pembuangan racun tubuh secara alami atau detoksifikasi selama menjalankan puasa seharian sebulan penuh.

Hal itu salah satunya diungkapkan Michael Mosley pada tahun 2012 lalu saat merilis  film dokumenter TVnya Eat, Fast and Live Longer dan menerbitkan buku terlarisnya The Fast Diet, keduanya didasarkan pada konsep 5: 2 tentang puasa intermiten.

Puasa intermiten ini adalah puasa yang dimodifikasi dalam beberapa bentuk yang mengharuskan tidak makan selama 12, 16, atau 24 jam sekaligus. Bentuk lain, yang dikenal sebagai puasa 5: 2, menganjurkan pembatasan kalori (hanya makan antara 500 dan 600 kalori) selama 36 jam, dua kali seminggu.

Sementara dalam buku Eat Stop Eat karya Brad Pilon yang diterbitkan pada tahun 2007, direkomendasikan untuk tidak makan selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu. Ini memberikan kebebasan kepada individu untuk memutuskan kapan harus memulai dan mengakhiri puasa mereka.

"Dalam The Fast Diet saya menganjurkan bentuk puasa yang disebut 'makan terbatas waktu'," kata Mosley kepada Al Jazeera.

Dalam praktiknya ini melibatkan hanya makan dalam jam-jam tertentu, mirip dengan bentuk puasa yang dilakukan umat Islam selama Ramadan.

“Manfaat yang telah terbukti termasuk peningkatan kualitas tidur dan bukti penurunan risiko beberapa jenis kanker, khususnya kanker payudara," paparnya.

Manfaat puasa

Para ahli juga menemukan bahwa membatasi asupan makanan di siang hari dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung dan obesitas, serta meningkatkan kesehatan mental.

Dengan tidak mengonsumsi makanan apa pun, tubuh kita dapat berkonsentrasi untuk membuang racun, saat kita mengistirahatkan sistem pencernaan.

Ahli gizi Claire Mahy mengatakan kepada Al Jazeera bahwa puasa memungkinkan usus untuk membersihkan dan memperkuat lapisannya. Ini juga dapat merangsang proses yang disebut autophagy, yaitu saat sel membersihkan diri dan menghilangkan partikel yang rusak dan berbahaya.

Baca juga: Kapankah Waktu Terbaik untuk Berolahraga di Bulan Puasa?

Para ilmuwan juga telah mempelajari hubungan antara asupan makanan, kesehatan usus dan kesehatan mental dan, seperti yang dijelaskan Mosley, puasa dapat menyebabkan pelepasan BDNF (faktor neurotropik yang diturunkan dari otak) di otak.

"Ini telah terbukti melindungi sel-sel otak dan dapat mengurangi depresi dan kecemasan, serta risiko pengembangan demensia," tambah Mosley.

Banyak orang yang telah berpuasa juga menemukan bahwa, jika dilakukan dengan benar, hal itu telah membantu mereka menghilangkan lemak dan mendapatkan massa otot tanpa lemak. 

Kapan sebaiknya tidak berpuasa?

Seperti halnya perubahan pola makan atau gaya hidup, maka ada kondisi-kondisi tertentu yang memperbolehkan seseorang tidak berpuasa.

Semisal yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, atau sedang berada dalam pemantauan dokter. Sehingga mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli medis sebelum memutuskan puasa atau tidak.

"Puasa dapat menyebabkan kadar glukosa darah rendah (BGL), yang menyebabkan konsentrasi berkurang dan kelelahan meningkat," jelas ahli gizi terdaftar Nazmin Islam.

Ia menambahkan bahwa penurunan berat badan yang berkelanjutan hanya mungkin dilakukan dengan puasa teratur dan penurunan berat badan selama Ramadan dapat dengan mudah dibalik begitu seseorang kembali ke pola makan harian mereka. 

“Namun, manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya. Dalam jangka panjang, puasa, jika dilakukan dengan benar, dapat meningkatkan sistem pencernaan dan metabolisme secara keseluruhan," katanya. (*/Al Jazeera)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved