Berita Sleman Hari Ini

Bersihkan Sisa Banjir, BPBD Sleman Turunkan Alat Berat ke Prambanan

BPBD bersama bidang Sumber Daya Air DPUPKP Sleman melakukan upaya normalisasi aliran sungai dengan membersihkan penyebab sumbatan. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material yang menghambat aliran sungai gawe. Aliran yang terbendung itu mengakibatkan banjir luapan yang merendam pemukiman dan lahan pertanian warga di Sumberharjo Prambanan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Sleman , bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lain terus melakukan upaya penanganan bencana banjir di Kalurahan Sumberharjo, Prambanan.

Terbaru, satu alat berat diturunkan, untuk normalisasi sungai gawe sekaligus membersihkan material sisa banjir

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan menceritakan, bencana banjir yang menerjang Sumberharjo, Prambanan itu disebabkan oleh luapan air dari sungai gawe yang alirannya sempat terbendung oleh ranting-ranting pohon maupun bonggol bambu yang terkikis akibat hujan deras.

Akibatnya, aliran air yang terbendung meluap dan membanjiri lebih kurang 60 hektar pemukiman maupun lahan pertanian warga.

Total warga terdampak ada 55 Kepala Keluarga. 

Baca juga: BREAKING NEWS : Diguyur Hujan Deras, Lima Dusun di Prambanan Terendam Banjir

Kini banjir telah surut.

Makwan mengatakan, pihaknya bersama bidang Sumber Daya Air DPUPKP Sleman melakukan upaya normalisasi aliran sungai dengan membersihkan penyebab sumbatan. 

"Yang kami lakukan sekarang, kami selesaikan dulu penyebab pembendungan (aliran). Yaitu rumpun bambu. Relawan masih berjibaku memotong bambu beserta bonggolnya. Alat berat juga diturunkan," kata dia, Jumat (1/3/2022) 

Setelah aliran tidak tersumbat, langkah selanjutnya melakukan normalisasi sungai gawe.

Makwan mengaku sudah berkoordinasi dengan sumber daya air DPUPKP untuk melakukan normalisasi sungai dengan cara pengerukan atau diperdalam.

Sebab, aliran sungai gawe disebut banyak dipenuhi lumpur sehingga terjadi pendangkalan. 

Khusus di rumah Domes- Teletubbies di dusun Sengir, nantinya akan dilakukan peninggian talud agar lebih aman. Kemudian, memperbaiki instalasi listrik.

Menurut Makwan, design konstruksi rumah domes, stop kontak listrik berada di bawah sehingga sangat berbahaya ketika terjadi banjir

"Kemarin kami sudah usulkan untuk masyakarat bisa memindahkan (stop kontaknya). Jadi, persoalannya itu tidak bisa dibobok karena masuk konstruksi, jadi harus ditempel, dibuatkan lagi. Harapannya, nanti kalau ada banjir tidak ada masalah, bisa dibersihkan dan listrik tetap hidup. Kemarin kan gelap gulita, listrik padam. Tapi kemarin sore sudah dicek, kehidupan sana sudah normal," kata dia. 

Baca juga: Banjir di Sumberharjo Prambanan Rendam 15 Hektar Lahan Pertanian Warga

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved