Feature

Delapan Lukisan Gelombang Masker Dipamerkan Djoko Pekik untuk Sang Anak

Ide-ide kreatif pelukis Djoko Pekik memenuhi ruang kesenian Bentara Budaya Yogyakarta sejak Sabtu (26/3/2022) sampai Kamis (31/3/2022) hari ini.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja/Miftahul Huda
GELOMBANG MASKER - Seorang pengunjung mengamati lukisan berjudul “Gelombang Masker” karya Djoko Pekik di Bentara Budaya Yogyakarta, Selasa (29/3/2022). 

Ide-ide kreatif pelukis Djoko Pekik memenuhi ruang kesenian Bentara Budaya Yogyakarta sejak Sabtu (26/3/2022) sampai Kamis (31/3/2022) hari ini. Pelukis yang dikenal dengan karya "Berburu Celeng" itu kembali menggelar pameran tunggal bertajuk "Gelombang Masker".

TANGAN dingin seniman yang kini berusia 85 tahun tersebut tetap konsisten melahirkan karya seni lukis nan menakjubkan.

Situasi tak jelas kala pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat Djoko Pekik untuk tetap berkarya.

Sejak 2020, di tengah wabah virus corona, ia telah menyelesaikan 23 lukisan

Menariknya, delapan lukisan dari 23 lukisan yang dipamerkan oleh Djoko Pekik akan didedikasikan untuk delapan anaknya.

Lukisan yang bakal diberikan kepada anak-anaknya adalah potret Djoko Pekik dalam berbagai pose.

Satu di antaranya potret Djoko Pekik sedang menikmati sebatang rokok.

Jika diamati, lukisan itu memperlihatkan ia sedang menatap jauh ke depan. Sebatang rokok terselip di jemarinya. Wajahnya santai dan sedikit tersenyum.

Lukisan potret diri Djoko Pekik ada delapan, dipajang di sebelah kanan ruang Bentara Budaya Yogyakarta. Lukisan Parangtritis ada delapan. Lukisan potret diri Djoko Pekik akan diberikan kepada anak-anaknya.

Pada pameran tersebut, Djoko Pekik juga menampilkan satu lukisan magis berjudul "Megatruh".

Lukisan berukuran 115 cm x 150 cm itu memperlihatkan seorang lelaki tua sedang bercumbu dengan perempuan bertutup kain ungu.

Bergeser ke sisi tengah ruang Bentara Budaya Yogyakarta, pengunjung akan dibuat bertanya-tanya dengan penampakan sebuah lukisan berukuran 150 cm x 240 cm.

Judulnya “Gelombang Masker”, sesuai tajuk pameran.

Gaya satire Djoko Pekik dimunculkan dalam lukisan tersebut. Ia seolah ingin menyampaikan betapa kronisnya kondisi sosial masyarakat saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved