Kriteria Baru Hilal Awal Bulan Hijriyah yang Akan Digunakan Kemenag, Penentu Awal Ramadan 1443 H

Kriteria tersebut mengacu hasil kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada 2021.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.Tribun Jogja/ Yoseph Hary W
Ilustrasi proses Rukyatul Hilal 

TRIBUNJOGJA.COM - Kementrian Agama (Kemenag) RI akan menggunakan kriteria baru hilal awal bulan hijriyah mulai tahun ini.

Hal itu akan diterapkan sebagai salah satu metode untuk menentukan awal datangnya bulan Ramadan 1443 H atau tahun 2022 Masehi.

Demikian seperti dilansir Tribun Jogja melalui keterangan resmi dalam laman Kemenag RI.

Kriteria tersebut mengacu hasil kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada 2021.

Baca juga: Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 1443 H Tentukan Awal Puasa

Baca juga: Kepastian Awal Ramadhan 1443 H/2022 M Tunggu Hasil Rukyatul Hilal

Selama ini, kriteria hilal (bulan) awal Hijriyah adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam.

MABIMS bersepakat mengubah kriteria itu menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan surat bersama ad referendum pada 2021.

Terkait penggunaan kriteria baru MABIMS di Indonesia dimulai pada 2022.

“Pada 2021 lalu, MABIMS bersepakat mengkaji ulang kriteria ketinggian hilal 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan lebih dari 8 jam. MABIMS juga bersepakat penetapan awal bulan hijriah tidak hanya melihat aspek saintifik, tetapi perlu melihat aspek syariah, sosiologis, dan psikologis,” kata Ismail Fahmi, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ditjen Bimas Islam.

"Secara hisab, diprediksi akan ada perubahan awal Ramadan dan Zulhijah 1443 H dan Safar 1444 H. Kita akan ubah sesuai dengan kriteria baru, kemudian sosialisasikan kepada masyarakat dan membuat surat edaran yang akan diberikan kepada ormas-ormas Islam,” kata Ismail.

“Perubahan yang saya maksudkan ini adalah dalam penentuan awal hijriyah secara hisab. Adapun secara rukyat, proses konfirmasi akan tetap kita lakukan saat menjelang awal Ramadan, awal Syawal, dan awal Zulhijjah,” tandasnya.

Petugas dari Kemenag Perwakilan DI Yogyakarta melakukan pemantauan hilal di Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu, Parangkusumo, Bantul, DI Yogyakarta
Petugas dari Kemenag Perwakilan DI Yogyakarta melakukan pemantauan hilal di Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu, Parangkusumo, Bantul, DI Yogyakarta (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

Kriteria baru tersebut selanjutnya akan diterapkan dan hasilnya akan dibawa untuk didiskusikan dalam Sidang Isbat yang dilaksanakan Kemenag.

Kemenag sendiri telah mengumumkan jadwal Sidang Isbat untuk menentukan Awal Ramadan 1443 H tahun ini.

Sidang Isbat akan dilakukan secara hybrid, pada Jumat, 1 April 2022 (29 Syakban 1443 Hijriah).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved