Tanggapan Ukraina Soal Rencana Referendum Luhansk Jadi bagian dari Rusia

Oleg Nikolenko menggambarkan usulan ini sebagai bagian dari upaya Rusia yang berkelanjutan untuk merusak kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
AFP/DANIEL MIHAILESCU
EKSODUS - Pengungsi dari Ukraina tiba dengan feri di titik perbatasan Rumania-Ukraina Isaccea-Orlovka di Isaccea, Rumania, Selasa (8/3/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Ukraina angkat bicara sebagai tanggapan atas rencana referendum Luhansk menjadi bagian dari Rusia. Melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Oleg Nikolenko, Ukraina menegaskan rencana itu tidak akan berhasil karena akan batal demi hukum. 

Militer Ukraina di Donbass
Militer Ukraina di Donbass (twitter)

Ukraina pun mengecam usulan referendum Luhansk menjadi bagian dari Rusia. Oleg Nikolenko menggambarkan usulan ini sebagai bagian dari upaya Rusia yang berkelanjutan untuk merusak kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina, Minggu (27/3/2022). 

Berdasarkan catatan sejarah, Rusia pernah mencaplok Crimea dari Ukraina setelah seorang pemimpin pro-Moskwa digulingkan dalam pemberontakan rakyat di Kyiv pada Februari 2014 dan sebuah referendum diadakan di wilayah selatan negara itu untuk menjadi bagian dari Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina: Rencana Referendum Luhansk Jadi Bagian dari Rusia Mencuat

Ukraina mengatakan bahwa Rusia yang mengadakan referendum di wilayah Ukraina yang diduduki tidak akan memiliki dasar hukum dan akan menghadapi tanggapan keras dari komunitas internasional.

"Semua referendum palsu di wilayah yang diduduki sementara adalah batal demi hukum dan tidak akan memiliki validitas hukum," kata dia, Minggu (27/3/2022), dalam komentar tertulis, dikutip dari AFP.

Sebaliknya, menurut dia, Rusia akan menghadapi respons yang lebih kuat dari komunitas internasional yang bisa memperdalam isolasi globalnya jika mendukung pemungutan suara di Luhans untuk menjadi bagian dari mereka.

Sebelumnya, Kepala wilayah separatis Luhansk di Ukraina timur, Leonid Pasechnik, pada Minggu, mengatakan akan mengadakan referendum untuk Luhansk menjadi bagian dari Rusia,

"Saya pikir dalam waktu dekat akan diadakan referendum di wilayah republik ini,” lapor Kantor Berita Rusia mengutip penyataan Leonid Pasechnik.

Dengan ini, Leonid Pasechnik menyampaikan rakyat Luhansk akan menggunakan hak konstitusional utama mereka dan mengungkapkan pendapat mereka tentang bergabung dengan Federasi Rusia.

"Untuk beberapa alasan, saya yakin ini akan terjadi," katanya.

Rencana referendum Luhansk ini juga telah mendapat tanggapan dari pihak Rusia.

Anggota parlemen Rusia memiliki pandangan beraggam soal usulan tersebut.

Seorang anggota parlemen yang mengepalai komite hubungan dengan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka pasca-Soviet di majelis rendah parlemen Rusia, Leonid Kalashnikov, berpikir sekarang bukan waktu yang tepat untuk menggelar referendum itu.

“Hampir tidak perlu menyibukkan diri dengan pertanyaan seperti itu ketika nasib di garis depan sedang diputuskan," kata dia diberitakan Kantor Berita Negara Rusia, TASS.

Sementara itu, Andrei Klishas, Ketua Komite Legislasi Konstitusi di Majelis Tinggi Parlemen Rusia, mengatakan daerah yang memisahkan diri memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

"Rusia telah mengakui kedaulatan Republik Rakyat Lugansk dan Donetsk," katanya kepada kantor berita negara RIA Novosti.

Dia menegaskan otoritas republik-republik ini memiliki hak untuk membuat keputusan apa pun sesuai dengan konstitusi mereka.

Artikel tayang di https://www.kompas.com/global/read/2022/03/27/210100370/ukraina-tanggapi-usulan-referendum-luhansk-gabung-ke-rusia?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved