Toyopet Corona RT40 1966, Pusaka Warisan Keluarga

"Setiap kali mengendarai Toyopet Corona RT40 rilisan 1966 ini, seolah mengembalikan memori saya nderekke (mengantar) bapak bepergian sewaktu

TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Toyopet Corona RT40 1966 milik Epin Parhasta. 

TRIBUNJOGJA.COM - "Setiap kali mengendarai Toyopet Corona RT40 rilisan 1966 ini, seolah mengembalikan memori saya nderekke (mengantar) bapak bepergian sewaktu masih sugeng (hidup) dulu".

Demikian sepenggal kalimat Epin Parhasta, warga Sleman, DI Yogyakarta, menggambarkan eratnya ikatan emosional ia dengan mobil warisan sang ayah, Toyopet Corona tahun 1966.

Diceritakan Epin, Toyopet Corona ini merupakan mobil pertama yang dibeli sang ayah sekira tahun 1980-an silam. Bahkan, Epin yang sewaktu itu masih kanak-kanak, mengingat betul sang ayah berlatih mengendarai mobil pertamanya ini di jalanan kampung.

"Mobil ini dibeli bapak sekitar tahun 1980-an, ketika itu saya masih duduk di bangku sekolah taman kanak-kanak. Sejak dibeli, mobil ini memang jarang sekali dipakai, dipakai hanya seperlunya saja. Pada 2009, bapak saya wafat. Sejak itu, saya diminta ngopeni mobil ini oleh ibu, dan saya merawat mobil ini sampai saat ini," kata Epin Parhasta kepada Tribun Jogja.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 26 Maret 2022: Keluarkan Guguran Lava Pijar 2 Kali 1,7 Km ke Barat Daya

Berdasar cerita yang pernah disampaikan oleh sang ayah, Toyopet Corona ini didapat di Jakarta setelah mendapatkan informasi dari teman sang ayah.

"Cerita dari bapak, pembelian mobil ini dibantu oleh seorang temannya sewaktu di Tentara Pelajar karena bapak dulu ikut militer sukarelawan. Mobil ini dulunya berada di Jakarta dan eks kedutaan besar. Informasi yang saya dapat seperti itu. Bapak minat dengan mobilnya dan akhirnya dibeli," kata Epin.

Menariknya, dalam Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) juga tertera nama dari pemilik Toyopet Corona berkelir biru langit ini yang ternyata merupakan orang asli Jepang, yakni Hiroshi Ogami.

Sekadar informasi, generasi pertama Corona sudah ada sejak Juli 1957 dan dikala itu Toyota masih menggunakan nama Toyopet. Akan tetapi, Corona baru masuk ke Indonesia pada generasi keempat (1970-1973) atau sekitar tahun 1970-an. Sehingga, Toyopet Corona generasi ketiga alias Corona RT40 milik Epin Parhasta ini merupakan mobil built up, diimpor langsung dari negara asal dalam kondisi utuh dan lengkap.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Jogja , Corona RT40 ini diproduksi pabrikan Jepang dengan menggandeng pendiri rumah desain dan karoseri Pininfarina yang terkenal handal mengerjakan desain mobil dan barang lainnya dengan cantik, Battista Farina asal Italia.

Alhasil, Corona seakan diberikan karakter baru karena mendapat sentuhan ala mobil Eropa. Terlihat dari bagian bodi yang mulai mengotak, lampu depan memakai 4 buah hingga penggunaan bumper berbahan besi krom.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved