Nasional

Peringatan Hari Air Sedunia 2022, Plan Indonesia : Perkuat Akses Air Bersih Layak

Plan Indonesia terus berupaya menjalankan program penyediaan akses air bersih dan sanitasi kepada masyarakat Indonesia.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Plan Indonesia/Kahfy Yudha
Ilustrasi 

Tribunjogja.com – Permasalahan akses air bersih yang layak dan aman masih menjadi tantangan bagi Indonesia hingga saat ini.

Perempuan dan anak-anak adalah kelompok yang paling dominan terkena dampak dari masalah tersebut.

Oleh karena itu, peringatan Hari Air Sedunia hari ini harus menjadi momentum penguatan upaya penyediaan akses air bersih layak dan aman yang responsif terhadap peran perempuan dan perlindungan anak.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti, dalam siaran pers Yayasan Plan International (Plan Indonesia) tentang peringatan Hari Air Sedunia 2022, yang bertema “Air Tanah: Membuat yang tak Terlihat Menjadi Terlihat”.

“Berdasarkan data Susenas BPS saat ini, akses air bersih layak Indonesia mencapai 88 persen dengan estimasi akses aman sebesar 7 persen. Ini artinya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses air bersih secara layak dan aman,” ungkap Dini.

Baca juga: Peringati Hari Air Dunia 2022, Bupati Sleman Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Air 

Dia melanjutkan, “Kaum perempuan dan anak-anak menjadi kelompok paling rentan terdampak dari permasalahan akses air bersih ini karena dalam keseharian mereka paling dekat dengan masalah air bersih untuk keluarga.”

Kondisi tersebut, lanjut Dini, menjadi salah satu hal yang mendorong Plan Indonesia terus berupaya menjalankan program penyediaan akses air bersih dan sanitasi kepada masyarakat Indonesia, terutama kepada anak dan perempuan dari tahun 1990-an.

Melalui program Child Development and Protection (CDP), misalnya, Plan Indonesia memberikan akses air bersih dan/atau sanitasi dasar yang layak ke 233.000 rumah tangga yang dapat menjamin pola hidup bersih dan sehat untuk keluarga di 607 desa dan 14 kecamatan pada tahun 2021.

Selain itu, juga telah terbangun 54 toilet ramah disabilitas dan 68 toilet layak di sekolah-sekolah.

“Program-program tersebut dijalankan melalui pelibatan aktif masyarakat, terutama perempuan dan anak perempuan, serta kelompok marginal lainya,” ujar Dini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved