Breaking News:

Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Booster Jadi Syarat Mudik, Minat Warga DI Yogyakarta untuk Ikut Vaksinasi Diharapkan Meningkat

Kebijakan vaksin penguat atau booster sebagai syarat untuk mudik diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menjalani vaksinasi

TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebijakan vaksin penguat atau booster sebagai syarat untuk mudik diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menjalani vaksinasi hingga dosis ketiga.

Terlebih cakupan vaksinasi booster di DI Yogyakarta masih tergolong minim.

Sejak dicanangkan pada Januari 2022 lalu, capaian vaksin booster di wilayah ini baru menyentuh 16,70 persen.

Baca juga: Sebanyak 1.700 Kader Posyandu di Bantul Ikuti Uji Kompetensi

Artinya, dari total sasaran sebanyak 2,8 juta jiwa. baru sekitar 480 ribu warga yang telah menerima booster.

"Kebijakan itu akan mendorong orang untuk bisa mengikuti vaksin booster. Sama waktu syarat perjalanan menggunakan pesawat dulu kan minimal dua dosis. Itu orang bondong-bondong suntik kedua," terang Aji di kantornya, Jumat (25/3/2022).

Menurutnya, saat ini masyarakat merasa tidak memiliki urgensi untuk memperoleh vaksin dosis ketiga. 

Sebab, syarat untuk beraktivitas di tempat-tempat publik yang diberlakukan pemerintah hanyalah vaksin dosis kedua.

Dengan demikian, syarat wajib booster untuk mudik diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi.

Terlebih vaksin booster juga akan meningkatkan proteksi diri terhadap Virus Corona.

"Sekarang kan booster tidak jadi syarat untuk masuk destinasi atau melakukan perjalanan, itu orang jadi nggak minat. Kalau kebijakan (booster sebagai syarat mudik) diberlakukan semoga saat Ramadan akan ada banyak orang yang ikut booster," tandasnya.

Baca juga: KPPU Kanwil VII Yogyakarta Sambangi Distributor Minyak Goreng Curah Yang Masih Lakukan Praktik Tying

Lebih jauh, Pemda DIY juga turut melakukan pengawasan sepanjang libur Lebaran. Yakni dengan mengandalkan Satgas Covid-19 yang dibentuk di tingkat desa atau kalurahan.

Mereka bertugas memastikan bahwa warga yang mudik telah menerima injeksi booster maupun membawa hasil tes PCR jika belum menjalani booster.

"Begitu datang dalam rangka mudik nanti yang memeriksa adalah desa. Kalau belum booster kan tetap bisa atapi PCR. Ini akan diperiksa," jelasnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved