Berita Bisnis Terkini

PLTS Balkondes Karangrejo Diharapkan Jadi Pilot Project EBT di Magelang

Pertamina meluncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS ) pada site visit delegasi di Balkondes CSR Pertamina Karangrejo Magelang.

TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Suasana launching PLTS di Balkondes Karangrejo, Borobudur, Magelang, Kamis (24/03/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Presidensi Government Group 20 (G20) Indonesia 2022 memprioritaskan transisi energi berkelanjutan sebagai salah satu isu utama yang harus ditindaklanjuti secara global dan kolektif. 

Dalam mendukung upaya tersebut, Pertamina mengambil aksi nyata dengan terus fokus menjalankan delapan inisiatif strategis demi meningkatkan ketersediaan Energi Baru Terbarukan (EBT). 

Di tengah rangkaian kegiatan EDM-CSWG G20 yakni melaunching Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada site visit delegasi di Balkondes CSR Pertamina Karangrejo Magelang pada Kamis  (24/3/2022).

Kegiatan ini pun, sebagai salah satu upaya untuk mendukung iklim pariwisata di kawasan Borobudur.

Baca juga: PGN Subholding Gas Pertamina Catatkan Kinerja Positif, Raih Laba Bersih USD 303,8 Juta di Tahun 2021

Chief Executive Officer (CEO) Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) Dannif Danusaputro menjelaskan, Pertamina saat ini telah menugaskan Subholding PNRE mengimplementasikan agenda strategis Pertamina untuk mencapai target bauran energi dengan mencapai 31 persen EBT pada tahun 2030. 

Langkah-langkah tersebut semakin kuat dengan hadirnya dukungan global yang disuarakan dalam Task Force Energy, Sustainable & Climate B20 dalam serangkaian pertemuan dan aksinya untuk menyuarakan aspirasi berbagai segmen termasuk pelaku industri.

“Pertamina bertekad untuk mempercepat seluruh program green energy transition, khususnya 8 insiatif yang sudah dijalankan dari hulu hingga hilir,” ujar Dannif.

Menurut Dannif, inisiatif strategis yang terus dilakukan Pertamina, seperti merealisasikan target pengembangan energi bersih sebesar 10 gigawatt (GW) hingga 2026. 

Selain itu, mengembangkan proyek carbon capture utilization and storage (CCUS) seperti di Lapangan Sukowati dan Gundih guna melanjutkan mekanisme pembangunan energi bersih di operasi panas bumi.

Serta,  mengembangkan konsep green energy station/GES, yaitu SPBU dengan konsep hijau, menggunakan PLTS sebagai sumber energi listrik, masa depan, digital, dan bahan bakar lebih ramah lingkungan.

"Serta memasang panel surya dengan kapasitas total 500 MW hingga 2030 untuk penggunaan daya internal di seluruh wilayah operasi Pertamina Group," tuturnya.

Baca juga: Buka Pertashop, SPBU Mini Resmi Pertamina Bisa Untung Sampai Rp 850 per Liter

Pertamina, lanjutnya terus memastikan akan menjadi terdepan dalam mendukung kebijakan Pemerintah yang menargetkan penurunan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030. 

Di sektor energi, pemerintah menargetkan mengurangi emisi sebanyak 314 juta ton setara CO2 (tCO2e) pada tahun 2030.

Untuk dapat memberikan hasil yang signifikan dalam memitigasi perubahan iklim, maka dengan pola bisnis seperti saat ini, sektor Migas secara global harus mengurangi emisi setidaknya 3,5 gigaton setara karbon dioksida (GtCO2e) per tahun pada tahun 2050.

“Langkah ini sejalan dengan tema presidensi tahun ini yakni recover together recover stronger dengan isu prioritas utama yang memerlukan tindakan kolektif secara global, yakni mengenai arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, serta transformasi digital dan ekonomi,” pungkas Dannif. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved