Berita Pendidikan Hari Ini

UMY Bangun Atmosfer Internasional, Hadirkan Budaya dan Kuliner Berbagai Negara Melalui ICCF 2022

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar International Cultural and Culinary Festival (ICCF), Rabu (23/3/2022).

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Kemeriahan ICCF 2022 yang diselenggarakan UMY, rabu (23/3/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar International Cultural and Culinary Festival (ICCF), Rabu (23/3/2022).

Dalam acara yang diselenggarakan di Gedung Sportorium UMY ini, menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara di mana setiap mahasiswa mengenalkan budayanya masing-masing termasuk kulinernya.

Rektor UMY, Gunawan Budiyanto memaparkan bahwa ICCF adalah agenda tahunan untuk memberikan ruang berkumpulnya mahasiswa internasional di UMY yang dimulai sejak 2015 silam.

Ini adalah kegiatan ICCF ke-7 dan untuk tahun 2022 bisa dilaksanakan secara luring di mana tahun 2020-2021 ICCF diselenggarakan secara daring karena pandemi.

Baca juga: 14 Idol K-Pop Berzodiak Aries, Ada Cha Eun Woo, Sehun EXO, dan Lisa BLACKPINK!

"Di tahun 2022 karena kondisi sudah membaik dan banyak negara yang menyatakan bahwa covid-19 bukan lagi pandemi, tapi endemi sehingga mereka melonggarkan traffic antar negara. Maka kali ini kita melaksanakan lagi ICCF yang ke 7 dengan dihadiri 26 kontingen dari 25 negara," ujarnya.

Adapun ICCF merupakan salah satu rangkaian Milad UMY dan kali ini mengusung tema 'Harmony Through Diversity' dan diselenggarakan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Acara dimeriahkan dengan beberapa agenda seperti street parade, international street kitchen, dan traditional performance competition.  

Dalam kesempatan ini Rektor mengakui bahwa pihaknya sedikit kehilangan kemeriahan dalam ICCF, karena biasanya dari kedutaan mengirim kontingen terutama untuk bazaar international food festival. Namun karena pandemi di Indonesia, mereka hanya mengirimkan beberapa staf untuk menjadi peninjau.

"Tapi kita berharap bahwa ICCF ini bisa memberikan suatu nuansa batin yang lebih baik lagi di tengah mahasiswa, agar kita secara perlahan dapat masuk ke masa new normal harus bisa menyesuaikan," ucapnya.  
 
"Kita juga berharap ada atmosfer internasional yang bisa kita tingkatkan terus, dan bisa membuat suatu kesadaran di tingkat mahasiswa bahwa kita adalah bagian dari dunia global," imbuhnya.

Adapun peserta asing yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari berbagai negara seperti Kenya, Kongo, Pakistan, Zimbabwe, Palestina, Thailand, Kazakhstan, Malaysia dan berbagai negara lainnya.

Peserta dalam ICCF ini tidak hanya mahasiswa asing yang kuliah di UMY, tapi ada beberapa mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di luar DIY.  

Seperti mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), yang bernama Muhammad Wafi (20) mengungkapkan bahwa acara yang digelar UMY ini sangat meriah dan dari acara ini peserta dan mahasiswa yang datang bisa merasakan budaya dari berbagai negara.

Baca juga: PSS SLEMAN vs Persela Lamongan: I Putu Gede Tanggapi BCS yang Ikut ke Bali

"Kalau kami memperkenalkan teh tarik dan nasi lemak, yang jadi ciri khas Malaysia. Makanan ini biasa disajikan di rumah-rumah atau keluarga di malaysia," ujar pria asal Selangor ini.

Eli Puji Astuti (19) mahasiswa UMPO asal Pahang Malaysia menyatakan hal yang senada, ia semula tidak pernah memiliki ekspektasi akan ada acara besar yang mendatangkan mahasiswa dari berbagai negara, dan ternyata UMY di tahun ini dapat sukses menyelenggarakannya.

"Menurut saya acara ini spektakuler, karena saya bisa melihat orang-orang dari negara lain, dan ada juga negara yang saya belum tahu budayanya sebelumnya. Sekarang saya jadi tahu budaya negara tersebut, makanan, dan pakaiannya," tambahnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved