Rusia Blokir Facebook dan Instagram karena Biarkan Ujaran Kebencian

Pengadilan Moskow mulai senin melarang Facebook dan Instagram beraktifitas di Rusia.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Chris DELMAS / AFP
Facebook Meta 

Tribunjogja.com Rusia - Pengadilan Moskow mulai senin melarang Facebook dan Instagram beraktifitas di Rusia.

Itu terjadi karena ada beberapa kalangan yang menggunakan platform yang dimiliki oleh raksasa teknologi AS Meta itu, mengizinkan ujaran kebencian online terhadap warga negara negara itu.

Dan kedua platform itu dianggap melakukan pembiaran terhadap ujaran kebencian terhadap orang Rusia.

Putusan itu dilakukan setelah Hakim pengadilan menolak permintaan dari pengacara perusahaan untuk menghentikan atau menunda proses, dilansir dari RT, Selasa (22/3/2022).


Laporan dari yang dibacakan dari pengadilan mengatakan, instagram membiarkan sekitar 4.600 konten palsu tentang perang di Ukraina.

SJaksa menilai keduanya membiarkan penggunanya untuk melakukan ujaran kebencian.

Meski diblokir, Jaksa mengakui di pengadilan memang ada cara teknis bagi pengguna untuk agar masih mengakses Facebook dan Instagram.

Namun, dia meyakinkan Rusia tidak akan bertanggung jawab jika tetap menggunakan produk Meta.

Dengan itu maka Pemerintah Rusia akan memblokir Instagram yang memiliki 80 juta pengguna di negara tersebut.

Facebook juga tak dapat diakses sebagai tanggapan atas penutupan akun-akun milik media Rusia.

Namun gugatan itu tidak bertujuan untuk membatasi WhatsApp, sebagai produk Meta lainnya, karena dianggap hanya sebagai alat komunikasi.

Selama sidang pada hari Senin, pengacara perusahaan Amerika itu meminta hakim untuk membatalkan atau menunda proses.

Mereka berpendapat gugatan tidak boleh ditangani oleh pengadilan Rusia karena Meta terdaftar di AS dan prosesnya harus dialihkan ke wilayah yurisdiksinya.

Pengacara juga mengeluh mereka tidak diberikan cukup waktu untuk mempersiapkan kasus dengan baik yang diajukan dalam waktu dari seminggu yang lalu.

Ia juga bersikeras bahwa Meta telah mengubah kebijakannya setelah diskusi publik dan sekarang menyatakan Russophobia dan seruan kekerasan terhadap warga Rusia tidak dapat diterima. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved