Gaspol 52

Singa Australia, Holden Premier HQ Station Wagon 1972 Pernah Ditawar Artis Rp600 Juta

Dulu, mobil-mobil Holden mafhum lalu lalang di zaman sebelum akhirnya tergerus kehadiran mobil asal Jepang.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Holden Premier HQ Station Wagon 1972 

TAK dipungkiri, Holden menjadi satu jaminan mobil-mobil ikonik dengan model tak lekang zaman. Dulu, mobil-mobil Holden mafhum lalu lalang di zaman sebelum akhirnya tergerus kehadiran mobil asal Jepang dengan mesin yang lebih kecil dan tentu saja irit bahan bakar.

Akan tetapi, para penggemarnya enggan begitu saja melihat berbagai varian Holden hanya mangkrak di garasi. Restorasi sektor mesin, bodi, hingga transmisi terus dilakukan. Satu di antaranya Ahmad DNA (32), pria asal Sleman, yang telaten merawat ‘Singa Australia’ miliknya, Holden Premier HQ Station Wagon lansiran 1972.

Holden Premier HQ Station Wagon berkelir oranye ini bukanlah Singa Australia pertamanya. Ia memiliki sejumlah koleksi Holden lainnya.

Kendati begitu, Holden Premier HQ Station Wagon ini, menurutnya, menjadi satu di antara koleksinya paling istimewa. Terlebih populasinya yang kini semakin langka dibandingkan varian Holden lainnya.

"Saya tertarik memiliki mobil ini, sebab jatuh hati pada bentuk bodinya yang kekar. Lalu, lihat-lihat di Youtube juga dan menurut saya, ini tunggangan yang keren," ujar Ahmad saat ditemui Tribun Jogja, beberapa waktu lalu.

Adapun Holden Premier HQ Station Wagon lansiran 1972 ini ia dapat pada 2018 silam, setelah mendapatkan informasi dari seorang teman. Namun, untuk meminang mobil impiannya tersebut bukan perkara mudah, tak sedikit pula kocek yang harus ia rogoh.

"Proses negosiasinya susah-susah gampang. Sebab, di sisi lain dia (owner sebelumnya) pun masih sayang untuk melepas Holden Premier HQ Station Wagon kesayangannya. Mulai negosiasi Januari 2018, namun baru bisa terbeli pada Juli 2018," ujarnya.

"Tiga tahun lalu, harganya lumayan. Saya dapat sekitar Rp 400 jutaan," imbuhnya.

Kondisi Istimewa
Ketika pertama kali mendapatkan Holden Premier HQ Station Wagon, diakui Ahmad, sudah dalam kondisi istimewa, sehingga tak banyak pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan. Sejumlah ubahan yang ia lakukan hanya meliputi grill depan diganti grill bawaan Chevrolet Constantia, velg menggunakan Cragar dibalut ban Bf Goodrich, sehingga tampak mewah nan klasik.

Velg depan memiliki lebar 7 inci sementara velg belakang lebar 8 inci, dengan ban berukuran 225/60/15, yang ditopang kaki-kaki dan shock dari Pedders. Selain itu, sejumlah perbaikan di sektor mesin tak luput dari sentuhan.

"Holden Premier HQ Station Wagon sudah swap engine dengan mesin V8 Chevrolet 350-cubic-inch (5.700 cc)," terang Ahmad DNA.

Energi besar dan pembakaran maksimal dari mesin ini diteruskan ke transmisi otomatis TH350, disematkan pula radiator aluminium 3 ply. "Lantaran menggunakan mesin V8, tenaga dari Holden Premier HQ Station Wagon ini ya lumayan lah, mungkin kisaran 270 HP. Di samping itu, karena cc nya besar, digunakan untuk mobil keluarga oke, apalagi untuk balap meski kendalanya yakni bahan bakarnya yang lumayan boros," ujarnya.

Ahmad menambahkan, sebagian besar spare part dan aksesoris Holden Premier HQ Station Wagon 1972 miliknya masih bawaan. Ia pun menyempurnakan mobil kesayangannya ini dengan melengkapi sejumlah printilan, di antaranya spion, lis krom kaca, lisplang bawah dan banyak lagi, yang ia datangkan langsung dari Australia.

"Untuk ketersediaan spare part bukan lagi jadi kendala apalagi dimudahkan dengan adanya berbagai marketplace. Hanya saja, kalau impor dari Australia sampai di sini bisa 1-2 bulan, sementara jika dari Amerika sekitar 2 minggu," ujar dia.

Lantaran populasinya yang sedikit, maka tak heran apabila harga Holden Premier HQ Station Wagon 1972 di pasaran sudah gila-gilaan. Bahkan, ungkap Ahmad, ia pernah mendapatkan tawaran dari seorang artis ibukota, yang tertarik meminang Holden Premier HQ Station Wagon 1972 miliknya.

"Kalau ditawar sering, tapi belum mau lepas karena ini mobil kesayangan. Terakhir kali, saya mendapatkan tawaran dari seorang artis ibukota Rp 600 juta. Tapi kembali lagi, saya masih sayang untuk melepasnya," tandas Ahmad. (han)

Baca Tribun Musik edisi Minggu 20 Maret 2022 halaman 04

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved