Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Fotografer yang Dikira Hendak Foto Sesi di Tamansari Berikan Penjelasan Soal Tarif Rp 250 Ribu

Tangkapan layar berisi pesan singkat WhatsApp itu menyebar di medsos lantaran ia mengeluarkan aspirasinya di grup komunitas fotografer Kota Jogja.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
https://jbbudaya.jogjabelajar.org
Taman Sari 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Narasi kekecewaan dari seorang wisatawan di Tamansari , Kota Yogyakarta, yang merasa tidak nyaman lantaran diminta membayar biaya sesi pemotretan sebesar Rp250 ribu, masih ramai dikomentari warganet

Wisatawan yang belakangan diketahui sebagai fotografer itu bernama Eko Setiawan.

Saat diwawancara, Eko mengatakan, yang timbul di media sosial hanyalah sebuah potongan pesan singkat yang menimbulkan pro dan kontra.

Kejadian sesungguhnya, menurut pengakuannya yakni dirinya datang karena diajak oleh keluarganya untuk berwisata di Tamansari .

"Itu hanya kesalahpahaman, karena hanya potongan chat di WhatsApp. Karena potongan itu akhirnya jadi kesalahpahaman beberapa orang. Timbul pro dan kontra," katanya, dihubungi, Jumat (18/3/2022).

Baca juga: Wisatawan Keluhkan Dikenai Biaya Foto Session di Tamansari, Pengelola Beri Klarifikasi

Tangkapan layar berisi pesan singkat WhatsApp-nya itu menyebar di medsos lantaran ia mengeluarkan aspirasinya di grup komunitas fotografer Kota Yogyakarta .

"Saya hanya mengeluarkan aspirasi saja. Saya diskusi di grup fotografer Kota Jogja, ternyata seorang teman ada yang mengunggah di facebook," ujarnya.

"Kalau itu mengkritik kok terlalu sadis. Saya hanya mengeluarkan aspirasi saja," jelas Eko.

Dijelaskan Eko, ia berkunjung ke Tamansari bersama keluarganya tidak sedang melakukan foto sesi.

Sebenarnya hal itu sudah dijelaskan Eko kepada petugas obyek wisata Tamansari .

"Di sana saya dianggap mau foto sesi. Setahu saya kalau foto sesi definisinya harus terkonsep, diset sedemikian rupa dan berpotensi mengganggu wisatawan lain," terang dia.

"Kemarin hanya layaknya wisatawan biasa. Cuma bedanya saya bawa kamera profesional," lanjutnya.

Singkat cerita, Eko sempat berdebat dengan petugas di obyek wisata Tamansari , hingga akhirnya ia berniat menitipkan kameranya di loket masuk.

"Kalau persoalannya hanya karena kamera, saya udah bilang, ya sudah kamera saya titipkan, saya foto pakai handphone. Tetapi saya masih dimintai uang Rp 250 ribu. Kata petugas itu, saya seorang fotografer, kalau mau masuk ya bayar Rp 250 ribu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved