Berita Kesehatan

Ini Alasan Resep Antibiotik dari Dokter Harus Dihabiskan

Pernahkah Anda diberi resep antibiotik oleh dokter? Biasanya Anda diharuskan untuk menghabiskan resep tersebut sesuai dengan dosis yang diberikan

Editor: Mona Kriesdinar
ist
Antibiotik 

Sayangnya, antibiotik tidak selalu mampu membunuh semua bakteri jahat.

Sama seperti bentuk kehidupan genetik lainnya, bakteri juga bisa bermutasi dari waktu ke waktu.

Bakteri buruk yang berhasil bertahan hidup dapat mengubah DNA mereka agar menjadi lebih kuat dari obat antibiotik.

Inilah yang disebut sebagai resistensi antibiotik.

Umumnya, mikroorganisme yang resisten ini disebut sebagai "superbug".

Setiap kali Anda mengonsumsi antibiotik, Anda juga membunuh beberapa bakteri yang menguntungkan di dalam tubuh Anda.

Karena ada kekosongan "ruang" yang ditinggalkan oleh bakteri baik, bakteri resisten akan cepat berkembang biak, dan mentransfer resistensi obat kepada bakteri lain.

Untuk alasan ini, penggunaan antibiotik yang serampangan, secara pasti akan berkontribusi terhadap perkembangbiakan suberbug.

Yang dimaksud penggunaan antibiotik serampangan adalah;

  • Penggunaan melebihi
  • Penggunaan yang di bawah dosis (tidak menghabiskan obat sesuai anjuran dokter)
  • Terlalu mudah menggunakan antibiotik padahal tubuh masih bisa menyembuhkan dirinya sendiri
  • Penggunaan antibiotik untuk infeksi viral padahal diketahui obat itu kurang efektif, dan bentuk-bentuk penyalahgunaan lainnya.

Jika bakteri dalam tubuh menjadi resistan terhadap obat, Anda bisa mendapat infeksi berulang, yang akan lebih sulit untuk diobati karena jenis obat yang sama tidak akan bekerja, sehingga dokter terpaksa meresepkan antibiotik baru yang lebih kuat dan berspektrum lebih luas.

Di Amerika Serikat, CDC melaporkan ada sekitar 23.000 kematian setiap tahuannya yang disebabkan oleh penyalahgunaan antibiotik.

Ketika dokter menyarankan Anda untuk menghabiskan obat yang dia berikan, dokter berharap semua bakteri jahat dalam tubuh Anda akan hancur dan tidak ada yang tersisa kemudian menjadi resisten.

Sebuah artikel di New York Times menyebutkan, masing-masing dokter akan mengeluarkan standar yang berbeda untuk penggunaan antibiotik dan meresepkan durasi yang berbeda dari setiap pengobatan.

Artikel ini juga melaporkan mengenai data dari beberapa studi yang mengatakan bahwa dosis antibiotik yang lebih rendah, akan lebih baik dan akan mengurangi kecenderungan terjadinya resistensi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved