Mataram Utama FC Cetak Sejarah Baru, Promosi ke Liga 2 di Musim Pertamanya Tampil di Liga 3
Mataram Utama FC berhasil mengukir sejarah dengan menembus Liga 2 pada tahun pertamanya berkompetisi di Liga 3.
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mataram Utama FC berhasil mengukir sejarah dengan menembus Liga 2 pada tahun pertamanya berkompetisi di Liga 3.
Mereka berhasil memenangkan laga pamungkas di Grup DD Liga 3 Nasional melawan Persidago Gorontalo dengan skor telak 4-1, Minggu (13/3/2022), di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Lolosnya Mataram Utama FC ke Liga 2 setelah berhasil mengoleksi 5 poin dari 1 kali menang dan 2 kali imbang.
Dari Grup DD, Mataram Utama FC akan didampingi oleh Gresik United yang menang pada pertandingan lain melawan PSGC Ciamis dengan skor 3-0.
Tak hanya itu derby mataram yang baru akan tersaji musim depan dengan mempertemukan PSIM Yogyakarta dengan Mataram Utama FC.
Seperti diketahui, Mataram Utama FC merupakan tim yang berasal dari perkumpulan anggota Asosiasi Kota (Askot) PSSI Yogyakarta, dari pengembangan tim Manggala SIWO.
"Alhamdulillah akhirnya perjuangan panjang sejak tim ini dibentuk pada 21 Juni 2021, akhirnya bisa mencapai apa yang kami harapkan yaitu promosi ke Liga 2. Ini adalah pencapaian yang bagi kami luar biasa karena Mataram utama FC adalah klub baru," kata manajer tim, Janu Riyanto seusai laga.
Baca juga: BREAKING NEWS: Mataram Utama Promosi, Derbi Mataram Bakal Tersaji di Liga 2 Musim Depan
Janu juga mengapresiasi kerja keras dan keinginan kuat para pemainnya untuk membawa tim promosi ke Liga 2.
Sikap pantang menyerah memang ditunjukkan oleh Harry Kusuma dkk sejak memulai langkanya di putaran regional dengan memenangkan Liga 3 DIY, berlanjut membawa tim wakil DIY ini ke kompetisi kasta kedua sepak bola Tanah Air.
"Apresiasi yang sangat tinggi kepada para pemain, pelatih dan semua official yang telah berjuang keras hingga akhirnya tim ini promosi ke Liga 2. Dan yang juga kami bangga, mayoritas pemain ini merupakan pemain asli DIY. Bahkan bisa dikatakan hampir semua, kalau ada yang dari luar daerah, sebenarnya mereka sudah menetap di DIY, dan ternyata mereka mampu menembus persaingan ketat untuk masuk ke Liga 2," bebernya. (Tribunjogja)