Soal Penundaan Pemilu 2024, Pakar UGM: Tidak Masuk Akal dan Kontraproduktif dengan Sistem Demokrasi

Usulan menunda pelaksanaan pemilu 2024 tidak masuk akal dan kontra produktif terhadap perkembangan serta sistem demokrasi

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Ilustrasi surat suara Pemilu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Usulan penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 masih menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan masyarakat.

 


Banyak dari mereka yang menolak wacana itu, ada juga yang mendukung.

 

Pengamat Politik dan Pemilu Universitas Gadjah Mada (UGM), Wawan Mas'udi SIP MPA PhD, menilai usulan menunda pelaksanaan pemilu tidak masuk akal dan kontra produktif terhadap perkembangan serta sistem demokrasi yang telah dibangun selama ini. 

 


Pemilu dan sirkulasi kekuasaan yang bersifat rutin sesungguhnya menjadi momentum rakyat atau masyarakat sebagai pemilik kedaulatan dalam sistem demokrasi untuk melakukan koreksi.

 

“Pemilu itu alat mengontrol jalannya pemerintahan, baik di eksekutif maupun di legislatif. Artinya, pemilu yang rutin itu merupakan fondasi bagi demokrasi elektoral yang kita punya, kalau fondasinya saja dipersoalkan maka perkembangan demokrasi kita jelas akan mengarah pada kemunduran,” ujarnya, Selasa (8/3/2022).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved