Serie A

AC MILAN: Saat Pep Guardiola Singgung Kiprah Rossoneri di Liga Champions

Pelatih Manchester City itu mengakui sejarah gemilang AC Milan meski mereka kini kesulitan mengulang dominasi di Benua Biru.

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Oli SCARFF / AFP
Manajer Manchester City Pep Guardiola 

TRIBUNJOGJA.COM - Pep Guardiola menyinggung kejayaan AC Milan di kancah Eropa atau di Liga Champions.

Pelatih Manchester City itu mengakui sejarah gemilang AC Milan meski mereka kini kesulitan mengulang dominasi di Benua Biru.

Guardiola membuat analogi tentang pentingnya konsistensi dari sebuah tim, setelah kemenangan derby Manchester 4-1 Manchester United.

Baca juga: Jadwal Siaran Real Madrid vs PSG di Channel TV Liga Champions: Modal Madrid Balikkan Keadaan

Baca juga: Siaran Langsung Liverpool vs Inter Milan di TV Liga Champions Malam Ini via Channel SCTV Vidio

Pelatih asal Spanyol itu ingin menggarisbawahi pentingnya stabilitas di level tinggi untuk klub seperti Manchester City.

Dia pun menggunakan Rossoneri sebagai contoh tim yang masih tertatih-tatih belum mencapai apa yang mereka impikan selama satu dekade terakhir.

AC Milan juara Liga Champions 2006-2007 setelah mengalahkan Liverpool di final.
AC Milan juara Liga Champions 2006-2007 setelah mengalahkan Liverpool di final. (AFP/MUSTAFA OZER)

“Saya ingat AC Milan dari Arrigo Sacchi dan Fabio Capello, yang menang di Liga Champions,” katanya dikutip Tribun Jogja dari SempreMilan.it.

Namun performa Rossoneri kemudian anjlok secara drastis, khususnya di kompetisi Eropa, Liga Champions.

“Kemudian mereka tidak lagi bermain dan menang di Eropa, selama delapan atau sembilan tahun.

Baca juga: PREDIKSI Liverpool vs Inter Milan: Jadwal Liga Champions Malam Ini

Baca juga: LIGA SPANYOL: Akankah Barcelona Perpanjang Kontrak Dani Alves?

Menurut pelatih asal Spanyol itu, Rossoneri pada waktu itu adalah sebuah tim yang disegani, tidak hanya di Eropa, tetapi bahkan di dunia.

“Namun ketika saya masih kecil, AC Milan asuhan Sacchi adalah tim yang dikagumi semua orang di dunia.

Dan mentan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu ternyata belajar banyak dari sejarah AC Milan.

Para pemain Manchester City merayakan gol Kevin De Bruyne ke gawang Manchester United pada laga derbi Manchester, Minggu (6/3/2022) malam WIB. (AFP/OLI SCARFF)
Para pemain Manchester City merayakan gol Kevin De Bruyne ke gawang Manchester United pada laga derbi Manchester, Minggu (6/3/2022) malam WIB. (AFP/OLI SCARFF) (AFP PHOTO)

“Kita harus mencegah hal ini terjadi. Keberhasilan terbesar untuk sebuah klub adalah stabilitas, selalu berada di atas.”

Sebagai informasi, AC Milan memang mengalami kesulitan meraih trofi bergengsi sejak memenangkan Liga Champions terakhir mereka pada 2007.

Sementara itu, gelar Scudetto Liga Italia Serie A terakhir diraih tim Merah-Hitam pada musim 2011.

Baca juga: LIGA INGGRIS: Marcus Rashford Diincar Real Madrid?

Baca juga: LIGA INGGRIS: Buntut Absennya Cristiano Ronaldo di Derbi Manchester

Namun mereka telah menempa diri untuk kembali bersaing memperebutkan trofi berdasarkan strategi yang sama sekali berbeda dengan Man City.

Seperti diketahui, Sheikh Mansur bin Zayd Al Nahyan telah mengambil alih Manchester City selama lebih dari 13 tahun.

Dan sejak saat itu, politikus sekaligus miliarder dari Uni Emirat Arab itu telah menghabiskan £1,8 miliar dan belum memenangkan Liga Champions.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved