Berita Klaten Hari Ini
Tinjau Pencairan BPNT, Ini Pesan Bupati Klaten Sri Mulyani
Sri Mulyani mengingatkan warga agar tidak membelanjakan uang BPNT sebesar Rp 600 ribu tersebut untuk membeli rokok, pulsa atau lipstik.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten , Sri Mulyani meninjau pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diserahkan kepada sekitar 385 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Rabu (2/3/2022).
Pada kesempatan itu, Sri Mulyani mengingatkan warga agar tidak membelanjakan uang BPNT sebesar Rp 600 ribu tersebut untuk membeli rokok, pulsa atau lipstik.
"Tidak boleh dibelikan rokok, pulsa atau lipstik itu tidak boleh. Akan kita evaluasi bagi warga yang melakukan pelanggaran pembelanjaannya," ujar Mulyani saat Tribunjogja.com temui di sela-sela kegiatan itu.
Ia mendorong, warga yang menerima BPNT itu memakainya untuk kebutuhan pangan seperti susu anak, beras dan lauk pauk.
Baca juga: Satu Tahun Berduet dengan Yoga Hardaya Pimpin Klaten, Bupati Sri Mulyani: Kami Saling Berbagi Tugas
Hal pemenuhan gizi itu, lanjut Mulyani penting dilakukan agar menghindari risiko terserang stunting bagi ibu hamil.
"Penerimaan BPNT ini kan cukup besar ya, pesan saya beli kebutuhan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi agar anaknya atau bayinya nantinya tidak stunting," harapnya.
Mulyani kemudian merinci, secara keseluruhan untuk Klaten, terdapat sekitar 124.700 keluarga penerima manfaat dari bantuan sosial BPNT tersebut.
Bantuan tersebut bisa dicairkan sekali dalam 3 bulan dengan jumlah nominal mencapai Rp 600 ribu.
"Jumlah BPNT di Klaten 124.700 KPM. Nahh untuk Desa Ceporan ini ada 385 KPM, kalau di Kecamatan Gantiwarno ada 4.000 KPM," rincinya.
Diakui Sri Mulyani, dirinya turun langsung mengecek pencairan BPNT itu guna memastikan tidak ada warga yang salah sasaran dalam program bansos itu.
Kemudian, juga memastikan jika penerima BPNT itu sudah mendapatkan vaksin Covid-19 .
Baca juga: Baznas Klaten Bakal Dukung Upaya Pengentasan Kemisikinan
"Saya mengecek langsung pelaksanaannya sudah bagus dan para KPM juga sudah divaksin, kalau belum divaksin BPNT-nya belum diserahkan," imbuh dia.
Sementara itu, seorang penerima bantuan itu, Riska (29) mengatakan sangat terbantu dengan BNPT itu.
Ia mengaku baru pertama kali menerima bantuan sosial itu.
"Kalau bantuan berupa uang, saya baru kali ini menerima, kalau sebelumnya berupa beras. Alhamdulillah cukup terbantu," ucapnya.
Ia mengatakan jika uang yang didapat dari BPNT itu akan digunakan untuk membeli kebutuhan sembako dan perlengkapan anaknya yang masih kecil.
"Saya mau beli popok anak, beras dan kebutuhan rumah. Mudah-mudahan bantuannya berlanjut sebab saya baru kena PHK dari pabrik," akunya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tinjau-Pencairan-BPNT-Ini-Pesan-Bupati-Klaten-Sri-Mulyani.jpg)