Deretan Fakta Mencengangkan di Balik Pembuatan Buku GKR Mangkubumi

Akhir pekan lalu, Sabtu (26/2/2022) diluncurkan sebuah buku berjudul "GKR Mangkubumi: Penyambung Budaya Adiluhung dan Peradaban Indonesia Modern."

Editor: ribut raharjo
Istimewa
GKR Mangkubumi dalam peluncuran buku, GKR Mangkubumi : Penyambung Budaya Adiluhung dan Peradaban Indonesia Modern 

TRIBUNJOGJA.COM - Akhir pekan lalu, Sabtu (26/2/2022) diluncurkan sebuah buku berjudul "GKR Mangkubumi: Penyambung Budaya Adiluhung dan Peradaban Indonesia Modern." Hebatnya, buku dikerjakan hanya dalam hitungan hari.

Berikut 11 fakta mencengangkan di balik pembuatan buku yang dirangkum dari tim penyusun buku.

1. Ide penulisan buku muncul pada tanggal 29 Januari 2022 di Poenika Coffee yang berada di samping Pesanggrahan Sri Sultan HB VII. Tiga hari sebelumnya penggagas buku Widihasto mengaku bermimpi didatangi Sri Sultan HB X dan bahkan Sultan menginap di rumahnya.

2. Tim penyusunan buku dibentuk mendadak. Dan hanya rapat sekali yakni pada tanggal 31 Januari jam 1 siang via meeting zoom. Setelah itu tak ada rapat lagi. Langsung kerja. Salah satu penulis bahkan dihubungi 5 menit sebelum rapat berlangsung.

3. Wawancara perdana tanggal 3 Februari sore hari dengan putra Gusti Mangkubumi, RM Drasthya Wironegoro. Hari berikutnya  menyusul wawancara dengan GKR Hemas dan putri-putri dalem lainnya secara maraton. Wawancara terakhir dengan GKR Maduretno.

4. Sebanyak 34 orang penyumbang tulisan, mulai Prof Mahfud MD, Puan Maharani, Ganjar Pranowo dan lainnya dihubungi via layanan aplikasi pesan dilampiri surat permohonan tulisan. 

5. Saat lembur proses penulisan, editing dan layout, tim penyusun merasakan ada kekuatan lain yang turut membantu bekerja. Seolah tiada mengenal lelah. Padal lembur sampai pagi. Siang hari dikebut lagi sampai pagi. 

6. Tim penyusun tujuh orang. Dua penulis merangkap editor, dua kolektor foto, satu layouter, dua penanggung jawab produksi.

7. Pemberian judul buku spontan dicomot dari judul tulisannya Prof Mahfud MD. Judul itu sangat tepat menggambarkan sosok GKR Mangkubumi

8. Hari Rabu, 18 Februari sampel buku (dummy) selesai dibuat. Ada banyak bagian yang kemudian masih diperbaiki. 

9. Tim penyusun tak pernah berpikir biaya. Dari awal yang terbersit adalah bagaimana caranya mewujudkan sebuah buku untuk memaknai momentum ultah emas. "Pokoknya gasspol." Operasional selama mengerjakan gunakan kocek sendiri. Baru setelah masuk tahap cetak berpikir bagaimana caranya menutup biaya produksi. 

10. Jumat (25/2/2022) buku selesai dicetak dan siap diluncurkan esok harinya, (26/2) di perayaan ultah emas GKR Mangkubumi

11. Buku "GKR Mangkubumi : Penyambung Budaya Adilihung dan Peradaban Indonesia Modern" disambut hangat masyarakat.  (rls)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved