Liga Inggris
LIGA INGGRIS: Inikah Beda Level Liverpool dari Chelsea?
The Blues masih kalah jauh dari The Reds untuk lini serang mereka saat ini, menurut mantan gelandang Manchester United Luke Chadwick.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Liverpool sekarang ini dianggap berada di level lain dari Chelsea di sektor depan.
The Blues masih kalah jauh dari The Reds untuk lini serang mereka saat ini, menurut mantan gelandang Manchester United Luke Chadwick.
Liverpool mengalahkan Chelsea di final Carabao Cup di Wembley kemarin, keluar sebagai pemenang dalam adu penalti yang panjang yang akhirnya jatuh ke tangan dua kiper mereka.
Namun, Chelsea memiliki peluang besar untuk memenangkan pertandingan meski tidak dapat memanfaatkan peluang mereka dengan maksimal.
Mason Mount, gagal dua kali gagal memanfaatkan peluang, di mana pemain seperti Mohamed Salah atau Sadio Mane pasti akan mencetak gol.
Christian Pulisic juga seharusnya bisa lebih baik lagi dalam memanfaatkan peluang di awal pertandingan di Stadion Wembley.
Dan Chadwick berpikir di situlah jarak paling jelas antara kedua tim, sebagaimana dibuktikan oleh jumlah gol mereka yang sangat berbeda di Liga Inggris.
“Chelsea tidak mencetak gol seperti Liverpool lewat barisan penyerang mereka,” kata Chadwick, dikutip Tribun Jogja dari CaughtOffside.
“Saya pikir (Mason) Mount dan (Christian) Pulisic adalah pemain yang sangat berbeda dengan (Mohamed) Salah dan (Sadio) Mane.
Chadwick merinci, antara kedua pasangan penyerang sayap, dalam formasi 4-3-3 Liverpool dengan skema 3-4-2-1 Chelsea, jelas pasukan Klopp lebih unggul.
“Jelas keduanya (Salah dan Mane) juga masuk dari sisi sayap, tetapi mereka adalah pencetak gol utama Liverpool.
Untuk itu, klub London Barat mencoba menyelesaikan masalah di lini depannya dengan mendatangkan penyerang tengah yang dianggap bisa menjadi goal getter andalan.
“Saya pikir itu sebabnya Chelsea membawa Lukaku untuk mengatasi masalah itu, tetapi itu tidak berhasil.
Bahkan menurut mantan pemain tengah Setan Merah, penyerang asal Belgia itu tidak akan dapat padu dengan taktik dan strategi Thomas Tuchel.
“Dia (Lukaku) tidak cocok dengan sistem dan dia memiliki masalah dengan cedera.
Mount vs Salah
Sementara itu, Mason Mount, yang merupakan pemain tidak tergantikan di timnas Inggris, ternyata masih harus menemukan permainan klinisnya di depan gawang.
“Mount melakukan banyak ancaman dan membuahkan peluang, sedangkan Salah cenderung tetap maju untuk siap melakukan serangan balik dan masuk ke posisi untuk mencetak gol.
Namun Chadwick menyebut bahwa Mount adalah pemain muda yang akan dapat diandalkan di masa depan.
“Saya tidak berpikir Mount akan sama dengan Salah dalam hal mencetak gol, tetapi dia adalah pesepakbola muda yang hebat.
“Dia sangat tidak beruntung dengan tembakan yang membentur tiang, tapi dia mungkin seharusnya bisa lebih baik lagi saat tembakannya melebar.
Meski begitu, Chadwick memprediksi bahwa beda level Mount vs Salah adalah soal gol yang dapat mereka ciptakan di satu musim.
“Saya pikir ketika Mount berada di puncak permainannya, dia akan menjadi pemain yang bisa mencetak 10-15 gol per musim, sedangkan Salah lebih seperti 25-30.
Satu hal yang harus menjadi perhatian Tuchel adalah ia harus menemukan goal getter utama yang mampu menaikkan level mereka hingga sejajar dengan Liverpool.
“Chelsea bermain dengan cara yang berbeda dari Liverpool, tetapi mereka perlu pencetak gol untuk membuat mereka melewati batas di turnamen.
“Karena itu, rasanya agak tidak adil untuk mengatakan bahwa setelah kemarin ketika mereka bersaing dengan sangat baik melawan Liverpool dan itu baru saja berakhir dengan adu penalti.
“Tetapi jumlah gol di kedua tim jelas menjadi masalah ketika kiga melihat klasemen Liga Inggris.
Chelsea pernah memiliki Eden Hazard yang berada di puncak permainannya sebelum hengkang ke Real Madrid, dan pemain seperti itu yang mereka butuhkan.
“Akan sulit bagi mereka untuk menemukan Eden Hazard lain, atau seseorang seperti pemain depan Liverpool itu.
“Tidak terlalu banyak pemain di luar sana yang bermain di posisi melebar dan memberi Anda sekitar 25 gol per musim.
“Saya pikir Chelsea perlu menemukan pencetak gol dari area yang berbeda; mereka memiliki pemain sepak bola yang fantastis di tim mereka tetapi statistiknya benar-benar mengejutkan.
“Bahwa Liverpool telah mencetak 70 gol, sedangkan Chelsea 49 di Liga Premier sejauh ini.
“Jika tim mengandalkan Lukaku sedikit lebih banyak, mungkin dia bisa mendapatkan sekitar 10 atau 15 gol lebih banyak dari apa yang sudah dia dapatkan.
“Chelsea perlu membawa Lukaku ke posisi di mana dia bisa mencetak 25 gol dalam satu musim.
“Liverpool tidak benar-benar bermain dengan nomor 9 dengan cara yang sama, karena Roberto Firmino bukan pencetak gol utama mereka, tetapi di ujung atas lapangan mereka berada di level lain dalam hal apa yang mereka hasilkan di depan gawang.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Edouard-Mendy-vs-Sadio-Mane-Mohamed-Salahdi-final-Piala-Liga-Inggris-antara-Chelsea-vs-Liverpool.jpg)