Internasional

Konflik Rusia-Ukraina, Pakar HI UMY: Indonesia Bisa Dorong Perdamaian karena Jadi Ketua G20

Indonesia bisa ikut mendorong adanya perdamaian antara dua negara tersebut lantaran sedang menjadi Ketua G20 .

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Alexander NEMENOV / AFP
Polisi memblokir Lapangan Merah menjelang protes terhadap invasi Rusia ke Ukraina di Moskow tengah pada 24 Februari 2022. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Konflik Rusia dan Ukraina memicu kontroversi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Tidak sedikit negara yang mengutuk invasi yang dilakukan Rusia kepada Ukraina .

Prof Dr Bambang Cipto MA, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( UMY ) mengatakan, Indonesia bisa ikut mendorong adanya perdamaian antara dua negara tersebut lantaran sedang menjadi Ketua G20 .

G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU).

G20 ini merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.

Baca juga: GAWAT! Pasukan Rusia Rebut Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di Ukraina

Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

“Indonesia bisa ikut menjaga kestabilan kawasan dengan meminta masing-masing negara menahan diri agar tidak terjadi perang. Bagaimanapun, rakyat Ukraina yang menjadi korban harus mendapat perhatian khusus,” katanya kepada Tribunjogja.com , Jumat (25/2/2022).

Menurutnya, peperangan seperti itu justru hanya merugikan masyarakat yang tidak tahu apa-apa.

Yang diuntungkan cuma negara-negara besar saja.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved