Perang Rusia Ukraina

Daftar Negara Mana Saja yang Mendukung Ukraina dan Pendukung Rusia

Bahkan beberapa negara tersebut juga mendukung tindakan Vladimir Putin yang mengakui kemerdekaan dua wilayah separatis pro-Rusia

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Sergei Supinsky / AFP
(FILES) Dalam file foto ini diambil pada 04 Februari 2022 Prajurit, di sebelah kendaraan lapis baja, ambil bagian dalam latihan taktis dan khusus bersama Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Garda Nasional Ukraina, dan Kementerian Darurat di kota hantu Pripyat, dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl. Ukraina mengumumkan pada 24 Februari bahwa pasukan Rusia telah merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl setelah pertempuran "kejam" pada hari pertama invasi Kremlin ke bekas tetangga Sovietnya. "Setelah serangan Rusia yang sama sekali tidak masuk akal ke arah ini, tidak mungkin untuk mengatakan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl aman. Ini adalah salah satu ancaman paling serius bagi Eropa saat ini," kata Mykhailo Podolyak, penasihat kepala administrasi kepresidenan. 

Tribunjogja.com - Presiden Rusia Vladimir Putin  telah memerintahkan  serangan militer terhadap Ukraina pada Kamis (24/2/2022).

"Saya telah membuat keputusan operasi militer," katanya dalam pernyataan mengejutkan di televisi sesaat sebelum pukul 06.00 pagi (03:00 GMT) waktu setempat.

Mengutip live update Aljazeera, Kamis (24/2/2022), Putin mengatakan Rusia akan melakukan operasi militer di Ukraina timur dan meminta militer Ukraina untuk meletakkan senjatanya.

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Jalan Koshytsa, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, pada awal 25 Februari 2022. Pasukan Rusia yang menyerang menekan jauh ke Ukraina saat pertempuran mematikan mencapai pinggiran Kyiv, dengan ledakan terdengar di ibukota Jumat pagi yang digambarkan oleh pemerintah yang terkepung sebagai
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Jalan Koshytsa, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, pada awal 25 Februari 2022. Pasukan Rusia yang menyerang menekan jauh ke Ukraina saat pertempuran mematikan mencapai pinggiran Kyiv, dengan ledakan terdengar di ibukota Jumat pagi yang digambarkan oleh pemerintah yang terkepung sebagai "serangan roket yang mengerikan". Ledakan di Kyiv memicu hari kedua kekerasan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menentang peringatan Barat untuk melancarkan invasi darat skala penuh dan serangan udara yang dengan cepat merenggut puluhan nyawa dan menelantarkan sedikitnya 100.000 orang. (Handout / UKRAINE EMERGENCY MINISTRY PRESS SERVICE / AFP)

Setelah pidato tersebut ditayangkan, suara ledakan terdengar di Kramatorsk, Ukraina yang diikuti laporan suara ledakan atau tembakan artileri di Kharkiv, Odessa, Mariupol, dan ibu kota Kiev.

Putin memperingatkan negara-negara lain bahwa setiap upaya untuk mengganggu tindakan Rusia akan mengarah pada "konsekuensi yang belum pernah mereka lihat."

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (25/2/2022), sehari setelah Rusia menyerang Ukraina, terdapat 137 warga Ukraina tewas dan 316 orang lainnya terluka akibat serangan tersebut.

"Hari ini kami telah kehilangan 137 pahlawan kami, warga negara kami. Militer dan sipil," kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Serangan Rusia ke Ukraina memicu reaksi sejumlah negara. Beberapa negara mengecam serangan tersebut dan menjatuhkan sanksi ke Rusia.

Namun beberapa negara lainnya bergeming dan menyatakan keberpihakkannya.

Sejauh ini Ukraina telah mendapatkan dukungan dari NATO dan sejumlah negara di luar organisasi militer terkuat di dunia itu.

Di antaranya adalah:

1. Amerika Serikat

2. Inggris

3. Uni Eropa

4. Jerman

5. Italia

6. Perancis

7. Australia

8. Jepang

9. Korea Selatan

10. Bulgaria, Rumania, dan Estonia

Bagaimana dengan Rusia, siapa pendukungnya?

Ada beberapa negara telah menyatakan dukungan kepada Rusia setelah Vladimir Putin mengumumkan rencana untuk menyerang Ukraina.

Bahkan beberapa negara tersebut juga mendukung tindakan Vladimir Putin yang mengakui kemerdekaan dua wilayah separatis pro-Rusia, yaitu Donetsk dan Luhansk.

Berikut beberapa negara yang dimaksud:

1. Kuba

2. Suriah

3. Nikaragua

4. Venezuela

Selain itu, beberapa negara yang dipercaya juga turut mendukung Rusia adalah para anggota CSTO (Rusia, Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan).

Sisanya ada sejumlah negara yang memiliki hubungan dekat dan hutang budi dengan Negeri Beruang Merah tersebut. Di antaranya Azerbaijan, iran, China, dan Korea Utara. (*/Sonora.id)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved