Polisi Gelar Perkara Kasus Nurhayati yang Dijadikan Tersangka Setelah Laporkan Korupsi Kades

Penetapan Nurhayati sebagai tersangka ini mendapatkan perhatian dari banyak pihak, termasuk dari LPSK hingga Menkopolhukam Mahfud MD.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
MUHAMAD SYAHRI ROMDHON
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Fahri Siregar, menerangkan kasus penetapan Nurhayati sebagai tersanga pasca mendapatkan surat petunjuk dari Kejaksaan Negeri Sumber Cirebon, dalam gelar perkara, Sabtu (19/2/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri akan melaksanakan gelar perkara terkait kasus Nurhayati yang ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Polres Cirebon usai melaporkan kasus dugaan korupsi.

Penetapan Nurhayati sebagai tersangka ini mendapatkan perhatian dari banyak pihak, termasuk dari LPSK hingga Menkopolhukam Mahfud MD.

Informasi mengenai rencana gelar perkara kasus penetapan Nurhayati sebagai tersangka ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan.

"Terkait dengan kasus Nurhayati, besok akan dilakukan gelar perkara di Mabes Polri di Biro Wassidik," kata Ramadhan kepada wartawan, Kamis (24/2/2022) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com.

Ramadhan menambahkan, gelar perkara akan dilakukan pada pukul 09.00 WIB. Polisi akan mendalami soal penanganan kasus korupsi itu.

Nurhayati adalah Bendahara atau Kaur (Kepala Urusan) Keuangan Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang dijadikan tersangka kasus korupsi oleh Polres Cirebon.

Padahal, Nurhayati merupakan pelapor kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Citemu Tahun Anggaran 2018-2020.

Baca juga: M Kece Dituntut 10 Tahun Penjara

Supriyadi, Kepala Desa Citemu, telah ditetapkan tersangka oleh kepolisian.

Lewat video, Nurhayati mengaku kecewa dirinya dijadikan tersangka.

Padahal, dia merupakan pelapor serta telah membantu pihak kepolisian dalam penyidikan kasus tersebut hampir dua tahun.

“Di akhir tahun 2021, saya ditetapkan sebagai tersangka atas dasar karena petunjuk dari Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) Sumber Cirebon,” ungkap Nurhayati.

Nurhayati menceritakan momen saat petugas penyidik dari kepolisian memberikan surat penetapan tersangka terhadap dirinya.

Dia mempertanyakan fungsi perlindungan aparat penegak hukum terhadap dirinya yang telah benar-benar berjuang menjadi pelapor sekaligus saksi dalam membongkar kasus korupsi kepala desanya sendiri.

Secara terpisah, Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution mengkhawatirkan, preseden buruk ini bakal menghambat upaya pemberantasan korupsi.

Menurut dia, sebagai pelapor, Nurhayati semestinya diapresiasi.

“Kasus ini membuat para pihak yang mengetahui tindak pidana korupsi tidak akan berani melapor, karena takut akan ditersangkakan seperti Nurhayati,” ujar Maneger dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin lalu.

Ia juga menilai, status tersangka yang disematkan kepada pelapor kasus korupsi "mencederai akal sehat, keadilan hukum dan keadilan publik". (*)

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved