Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Penambahan Kasus di DIY Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Ini Respon Sri Sultan HB X
2.886 kasus terkonfirmasi pada hari ini merupakan penambahan kasus harian tertinggi sejak kasus Covid-19 pertama kali ditemui di DI Yogyakarta.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY melaporkan penambahan sebanyak 2.886 kasus terkonfirmasi pada hari ini, Kamis (24/2/2022).
Angka tersebut merupakan penambahan kasus harian tertinggi sejak kasus Covid-19 pertama kali ditemui di DI Yogyakarta , tepatnya pada 15 Maret 2020 lalu.
Gubernur DIY , Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan, lonjakan kasus di wilayahnya disebabkan karena masyarakat mulai abai untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).
"Masyarakatnya ini mau tidak berkerumun nggak? Bagaimana kesadaran itu, protokol kesehatan dan pakai masker itu menjadi sesuatu yang penting. Begitu kena ( Covid-19 ) ya sudah (isolasi) di rumah. Kan gitu saja," terang Raja Keraton Yogyakarta ini saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta , Kamis (25/2/2022).
Baca juga: Update Covid-19 DI Yogyakarta 24 Februari 2022 : Tambah 2.886 Kasus, Rekor Tertinggi Selama Pandemi
Terkait upaya penanganan pandemi, Sri Sultan mengaku telah menyiapkan selter isolasi terpusat (isoter) yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Selter tersebut digunakan untuk menampung pasien Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala.
Berdasarkan pantauan Pemda DIY , saat ini tercatat ada 12 selter yang dikelola baik oleh Pemda DIY maupun pemerintah kabupaten/kota.
Belasan selter tersebut memiliki kapasitas total sebanyak 989 tempat tidur dan telah terisi 580 pasien.
"Kalau selter nggak ada masalah. Kita sudah menyiapkan. Kalau (Selter) Mutiara penuh kami juga punya selter rusunawa BBWSO di di Kalasan kan ada," jelas Sultan.
Baca juga: SMAN 1 Bantul Gelar Swab Massal Setelah 13 Siswanya Positif Covid-19
Menurutnya, kendala utama saat ini adalah bagaimana membuat masyarakat untuk selalu mematuhi prokes.
Sebab, penularan dapat meluas dengan cepat jika masyarakat kendor menerapkan prokes.
Selain itu varian Omicron memiliki karakteristik lebih cepat menular dari varian Delta.
"Masalahnya kan bagaimana kesadaran warga masyarakat itu tidak turun. Dalam arti sak karepe dewe berkerumun sak karepe dewe ora nggo masker (seenaknya sendiri berkerumun dan seenaknya sendiri tidak pakai masker) dan sebagainya," tambah Sultan. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penambahan-Kasus-di-DIY-Rekor-Tertinggi-Selama-Pandemi-Ini-Respon-Sri-Sultan-HB-X.jpg)