PEDOMAN Baru Inggris yang Telah Berdamai dengan Pandemi Covid-19

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada anggota parlemen, kewajiban isolasi bagi mereka yang dites positif akan dihentikan.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Jeremy Selwyn / POOL / AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengunjungi Health di pusat vaksinasi Stowe di pusat kota London pada 13 Desember 2021. Johnson memperingatkan "gelombang pasang" Omicron yang menjulang dan mengajukan target untuk memberikan suntikan booster selama satu bulan ke atas 18 tahun. 

TRIBUNJOGJA.COM - Semua pembatasan Covid-19 akan berakhir di Inggris pada hari Kamis dan pengujian massal gratis akan dihentikan mulai 1 April.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada anggota parlemen, kewajiban isolasi bagi mereka yang dites positif akan dihentikan.

Hal itu karena Inggris telah memutuskan untuk berdamai dengan virus Corona alias hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Mulai 1 April, penyediaan pengujian gratis akan ditargetkan ke yang paling rentan,” kata Boris Johnson, dikutip Tribun Jogja dari BBC News.

Tetapi Asosiasi Medis Inggris, sebuah serikat dokter, mengatakan rencana itu tidak akan melindungi mereka yang paling berisiko dari Covid.

Dan partai-partai oposisi mengatakan cetak biru perdana menteri dari pandemi telah bergerak terlalu cepat, dan menyuarakan keprihatinan atas penskalaan pengujian gratis.

Pemerintah Skotlandia mengatakan saran yang diterimanya tidak merekomendasikan pencabutan pembatasan.

Berbicara pada konferensi pers Downing Street pada Senin malam, Johnson mengakui dapat akan menyatakan kemenangan atas Covid karena virus ini tidak akan hilang.

Dia menggambarkan pandemi sebagai catatan dua tahun paling gelap dan paling suram dalam sejarah masa damai manusia.

Namun, dia mengatakan negara itu telah melewati puncak Omicron, dengan kasus jatuh dan rawat inap di rumah sakit.

Dan dia mengatakan negara itu sekarang dapat menyelesaikan transisi kembali ke normalitas sambil mempertahankan kontinjensi untuk menanggapi kebangkitan Covid atau varian baru.

Kepala petugas medis Inggris Prof Sir Chris Whitty mengatakan berakhirnya pembatasan virus adalah perubahan bertahap dan stabil selama periode waktu.

"Ini bukan 'semuanya berhenti' secara tiba-tiba."

Dia mengatakan jumlah orang yang terinfeksi Omicron masih sangat tinggi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved