Membangun Desa Berkarakter Pancasila di Sleman

Proses revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila tersebut harus dilaksanakan secara konsisten dan terencana dengan melibatkan semua unsur

Membangun Desa Berkarakter Pancasila di Sleman
Ist
Danang Maharsa, S.E Wakil Bupato Sleman

*Oleh: Danang Maharsa, S.E Wakil Bupato Sleman

PANCASILA adalah dasar negara, ideologi bangsa, pandangan hidup, dan falsafah Negara Republik Indonesia yang termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Nilai-Nilai Pancasila adalah suatu sistem nilai yang bulat dan utuh yang terkandung dalam kelima sila dari Pancasila meliputi nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.

Dengan pengamalan nilai-nilai pancasila yang mulai melemah dari waktu ke waktu, Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki kewajiban untuk melakukan revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemerintah Daerah Dalam Rangka Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila.

Proses revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila tersebut harus dilaksanakan secara konsisten dan terencana dengan melibatkan semua unsur agar menjadi kebiasaan dan membudaya dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Sleman.

Salah satu upaya tersebut dimulai dengan memberikan contoh dan teladan agar mudah dipahami dan diaplikasikan untuk membentuk karakter yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila.  Hal tersebut bahkan dimulai dari entitas pemerintahan yang lebih kecil yaitu desa atau kalurahan. Inilah yang mendasari terwujudnya Kalurahan Berkarakter Pancasila di Kabupaten Sleman.

Sejak 2017 Pemerintah Kabupaten Sleman secara bertahap telah berhasil membentuk 10 kalurahan berkarakter pancasila, yaitu Kalurahan Margodadi, Madurejo, Sumberadi, Ambarketawang, Maguwoharjo, Tridadi, Sendangmulyo, Umbulmartani, Sardonoharjo, dan Sidoagung. Sedangkan, pada tahun 2022 ini direncanakan akan bertambah 6 kalurahan, yaitu Kalurahan Sendangtirto, Tamanmartani, Umbulharjo, Hargobinangun, Pondokrejo, dan Pandowoharjo.

Langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memulai gerakan Kalurahan Berkarakter Pancasila diantaranya dengan mengadakan Pendampingan Rintisan Kalurahan Berkarakter Pancasila, seminar Pancasila, Workshop Kader Pancasila, dan Focus Group Discussion (FGD). Dalam forum ini Pemerintah Desa dan warga masyarakat diikat dalam satu kesatuan pemahaman dan kerangka pikir untuk mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Cakupan Kalurahan Berkarakter Pancasila disederhanakan dalam 3 aspek yaitu aspek kebijakan, aspek kelembagaan, dan aspek kegiatan atau praktik sehari-hari di lingkungan sosial kalurahan. Secara simultan langkah strategis untuk memulai aksi nyata yakni dengan mereview atau apabila diperlukan, merubah dokumen RPJMDes, memprioritaskan kebijakan pro Pancasila dalam dokumen RKPDes sebagai dasar penyusunan APBDes, juga dengan memanfaatkan momentum evaluasi kelembagaan dan sumber daya manusia di desa untuk optimalisasi peran dan membangun sinergitas untuk melembagakan nilai-nilai Pancasila. Selanjutnya melaksanakan dan mengapilkasikan nilai-nilai Pancasila secara personal dan institusional dengan pendekatan edukatif, nyata, dan ketauladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembentukan Kalurahan Berkarakter Pancasila di Kabupaten Sleman diharapkan bermuara pada meningkatnya implementasi nilai-nilai luhur pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meningkatnya implementasi nilai-nilai luhur tersebut akan mewujudkan Sleman sebagai rumah bersama yang aman dan nyaman bagi semua orang. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved