Pemkab Bantul Bentuk Tim Khusus untuk Perbanyak Sekolah Ramah Anak

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus berupaya untuk mewujudkan kabupaten layak anak (KLA).

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Satuan pendidikan di Kabupaten Bantul menggelar deklarasi sekolah ramah anak, di Gedung Induk Parasamya, Senin (21/2/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus berupaya untuk mewujudkan kabupaten layak anak (KLA).

Salah satu langkahnya adalah dengan memperbanyak sekolah ramah anak.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko menyatakan bahwa di Bantul terdapat 415 kelompok bermain, satuan PAUD sejenis ada 221, tempat penitipan anak ada 46, ruang anak ada 46, Madrasah Ibtidaiyah (MI) ada 38, Madrasah Tsanawiyah (MTS) ada 27, Madrasah Aliyah (MA) ada 17, SMA ada 37, SMK ada 47, Sekolah Luar Biasa (SLB) ada 20, SMP 55, dan SD ada 191.

"Semua tingkat satuan pendidikan tersebut siap mendukung terwujudnya KLA," ujarnya Senin (21/2/2022).

Dirinya mengutip pernyataan dari Disdikpora Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menyatakan rendahnya jumlah sekolah ramah anak di Kabupaten Bantul. Namun begitu, dia tidak merincikan berapa sekolah yang telah ditetapkan sebagai sekolah ramah anak.

"Disdikpora menyampaikan ke saya kalau jumlah sekolah ramah anak di Bantul masih sedikit. Untuk itu tahun ini kami targetkan di atas angka 95 persen," imbuhnya.

Sebagai bentuk komitmen Pemkab Bantul mewujudkan sekolah ramah anak, maka akan dibentuk tim secara terpadu.

Tim tersebut melibatkan Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (KB), Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga Kementerian Agama (Kemenag) Bantul. Tim tersebut akan melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah.

"Ini baru langkah awal, yang kedua nanti akan mendapatkan surat keputusan (SK), dan yang terakhir setiap sekolah akan dipasang papan nama bahwa sudah jadi sekolah ramah anak," urainya.

Baca juga: Sebanyak 18 Guru di SMAN 1 Bantul Jalani Karantina karena Kontak Erat dengan Siswa Positif Covid-19

Baca juga: Dampak PPKM Level 3, Jumlah Kunjungan Wisatawan di Bantul Turun

Adapun untuk membantu Pemkab Bantul merealisasikan KLA, telah digelar deklarasi sekolah ramah anak.

Selain itu, di bulan ini dan Maret 2022, pihaknya akan menyelenggarakan training of trainer tentang konferensi hak anak. Kegiatan itu akan mengajak guru dari jenjang SD-SMA yang terpilih sebagai calon narasumber.

"Mereka akan jadi trainer dan narasumber di sekolah-sekolah lainnya," paparnya.

Adapun Pemkab Bantul telah membuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak yang Merupakan Klaster dari KLA.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan bahwa untuk mencapai KLA maka harus dimulai dari lembaga pendidikan dari yang paling bawah sampai paling tinggi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved