Berita Sleman Hari Ini

Sebanyak 22 Jenazah di Sleman Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Sepanjang Februari 2022

Sebanyak 22 jenazah di Kabupaten Sleman dimakamkan dengan protokol Covid-19 sepanjang bulan Februari 2022 ini. Jumlah tersebut merupakan

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 22 jenazah di Kabupaten Sleman dimakamkan dengan protokol Covid-19 sepanjang bulan Februari 2022 ini.

Jumlah tersebut merupakan pasien suspect, probable maupun konfirmasi positif Covid-19.

Di mana, 4 jenazah dimakamkan oleh tim posko dekontaminasi BPBD Sleman , sementara 18 lainnya dimakamkan oleh Satgas Kalurahan. 

Baca juga: Pakar UGM Jelaskan Alasan Kenapa BOR RS Rendah Saat Kasus Covid-19 di DIY Melonjak

"Data Keseluruhan Bulan Februari, 22 pemakaman," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, Sabtu (19/2/2022).

Selain pemakaman, Posko Dekontaminasi BPBD Sleman juga menangani pemulasaran jenazah dengan protokol Covid-19.

Di Februari ini, tercatat ada 2 pemulasaran. Bambang mengungkapkan, sepanjang pandemi yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini, posko dekontaminasi BPBD Sleman hingga Jumat (18/2/2022) sudah menangani 1.614 pemakaman pasien dan 574 pemulasaran dengan protokol Covid-19.

Jumlah sebanyak itu, penanganannya melibatkan ribuan armada berikut petugas. 

"5.759 armada dan 16.425 petugas posko dekontaminasi," terang dia. 

Sementara itu, Koordinator Posko Dekontaminasi Covid-19, BPBD Sleman , Vincentius Lilik Resmiyanto, sebelumnya mengungkapkan, pasien yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 tersebut mayoritas meninggal di rumah sakit.

Meskipun ada juga yang meninggal dunia di rumah. Menurut dia, di bulan Februari ini jumlah pemakaman cenderung mengalami peningkatan. 

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta: BOR RS Relatif Kosong, Pasien Positif Banyak ke Isoter

"Iya, bulan ini meningkat. Meskipun belum signifikan ya," kata dia. 

Lilik menduga meningkatnya  pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 disebabkan oleh munculnya varian Omicron yang menular dengan sangat cepat.

Meksipun, memiliki tingkat fatalitas yang relatif rendah dibanding Delta namun tetap perlu diwaspadai.

Terutama bagi pasien yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta. 

"Imbauannya jangan lengah, tetap waspada. Selalu prokes terutama masker. Ini yang paling penting. Jangan melepas masker," kata dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved