Dinyatakan Bersalah, Aziz Syamsuddin Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Mantan wakil Ketua DPR dari Partai Golkar Aziz Syamsuddin Divonis 3 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim Tipikor Jakarta

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Dinyatakan Bersalah, Aziz Syamsuddin Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Aziz Syamsuddin.

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 3 tahun 6 bulan penjara terhadap Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Aziz Syamsuddin dinilai terbukti bersalah dalam tindak pidana korupsi pemberian suap pengurusan perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 4 tahun 2 bulan penjara.

Pembacaan vonis dipimpin langsung oleh hakim ketua Muhammad Damis.

“Mengadili, satu, menyatakan terdakwa Muhammad Azis Syamsuddin telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan alternatif pertama penuntut umum,” tutur hakim ketua Muhammad Damis dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (17/2/2022) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Azis Syamsuddin oleh karena itu dengan pidana penjara 3 tahun dan 6 bulan,” sebut hakim.

Tak hanya vonis 3 tahun 6 bulan penjara, dalam kasus ini Aziz Syamsuddin juga dijatuhi pidana denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan.

Kemudian dalam perkara ini majelis hakim pun memutuskan mencabut hak politik Azis.

“Menjatuhkan pidana tambahan pada terdakwa berupa pencabutan hak untuk dipilih dan dalam pemilihan jabatan publik selama 4 tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya,” terang hakim.

Dalam perkara ini majelis hakim menilai Azis terbukti melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan alternatif pertama yakni Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Terkait putusan itu baik Azis maupun jaksa menyatakan untuk pikir-pikir.

Diketahui Azis dinyatakan terbukti melakukan suap senilai total Rp 3,6 miliar pada Stepanus Robin Pattuju dan rekannya Maskur Husain agar tidak terseret menjadi tersangka kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupateb Lampung Tengah.

Suap itu diduga diberikan bersama kader Partai Golkar lainnya bernama Aliza Gunado. (*)

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved