Afiliasi: Kiat Sukses Instan Bagi Anak Muda?

Perusahaan yang menerapkan program afiliasi tidak hanya di Indonesia, seperti Amazon Assosiates, Google Workspace Referral Programpun menerapkan

Afiliasi: Kiat Sukses Instan Bagi Anak Muda?
ist
Okkie Putriani, S.T., M.T,  Dosen Kewirausahaan, Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

*Oleh: Okkie Putriani, S.T., M.T,  Dosen Kewirausahaan, Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

ISTILAH flexing atau pamer kekayaan tengah diangkat oleh Profesor Rhenald Kasali pada salah satu video platform YouTube beliau di Rumah Perubahan. Beberapa pekan terakhir, fenomena flexing semakin marak di dunia media sosial terutama anak muda pamer kemewahan.

Tentu hal ini membuat sebagian masyarakat menjadi mudah tergiur untuk mendapatkan hasil serupa dengan segala cara. Lalu bagaimana semangat kewirausahaan yang sebaiknya dikenalkan untuk anak muda?

Flexing sendiri dari Bahasa Inggris kekinian menurut beberapa versi baik dari Urban Dictionary kamus daring crowdsources danCambridge Dictionary artinya kepalsuan memiliki kekayaan lalu dipamerkan tidak sesuai dengan realita. Sebenarnya bila menilik perspektif lain, flexing ini salah satu cara pemasaran yang telah kita kenali sebelumnya dalam bermasyarakat.

Misal kegiatan Multi Level Marketing (MLM), upline atau atasan menampilkan kemegahan berpenampilan untuk menarik perhatian downline. Tampil meyakinkan untuk menarik perhatian tanpa berpikir ulang, diharapkan downline percaya dan mengikuti rekomendasi. Sejauh pada batasan normal hal ini tentu dapat kita pilah mana baik dan tidak baik. Sayangnya, bagaimana cara mengetahui normal atau berlebihan, terutama bagi anak muda.   

Menurut Stefany Valentia (2022) seorang psikolog klinis personal growth pada wawancara sebuah media massa, ternyata flexing tidak hanya tentang kekayaan tetapi juga pencapaian, keberhasilan, bahkan relationship. Dibantu media sosial, baik selebgram hingga masyarakat awam mudah memamerkan gaya hidup mereka.

Marketing 3.0 yang ditawarkan oleh Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan (2010) telah mengenalkan terhadap bagaimana pendekatan perusahaan untuk memperlakukan pelanggan sebagai kolaborasi multidimensi.

Bila dihubungkan ke dalam konteks topik ini perusahaan paham benar bagaimana cara mempengaruhi calon pelanggan mereka yakni mengenalkan ke pemengaruh atau umum kita dengar dengan influencer. Impian dan obsesi akan kesuksesan ditawarkan secara gemilang dan terkesan mudah melalui gaya hidup.

Anak Muda Masa Kini

Gaya hidup membentuk anak muda menemukan pribadi dalam bersosialisasi. Kebutuhan dalam proses mencari identitas menuntut mereka mendapatkan sesuai yang dibayangkan. Paparan dari media sosial berdurasi singkat, membangun citra bila keberhasilan juga sepertinya bisa didapatkan cepat dan instan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved