Elektabilitas Capres 2024 Berdasarkan Riset Citra Network Nasional, Airlangga Hartarto Tertinggi

Sebanyak 89,4 persen masyarakat menginginkan capres yang be authentic, yakni reputasi positif yang dimiliki oleh seorang kandidat capres.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
partaigolkar.com
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 

Dalam artian ia bukan hanya seorang yang pandai berbicara atau pandai berpidato tetapi dia juga seorang perancang sekaligus pelaksana program yang mempengaruhi kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Apabila Pemilu Presiden dilaksanakan hari ini (Top Of Mind) hasil temuan penelitian dengan pertanyaan siapakah tokoh yang anda pilih jika pemilu presiden dilaksanakan hari ini, maka peringkat pertama Airlangga Hartarto dipilih 21,8 persen responden, kedua Prabowo Subianto 15,3 persen, dan ketiga Ganjar Pranowo 8,1 persen responden.

Selanjutnya Anies Baswedan yang 7,5 persen, Gatot Nurmantyo 6,9 persen , Puan Maharani 6,1 persen, Muhaimin Iskandar 2,8 persen , Agus Harimurti Yudhoyono 2,7 persen, Erick Thohir 2,1 persen, Sandiaga Uno 1,8 persen dan terakhir yang tidak memilih 24,9 persen responden.

Dengan simulasi tertutup dengan kuesioner siapakah tokoh yang dipilih jika pemilu presiden dilaksanakan hari ini, maka didapatkan hasil dengan peringkat pertama Airlangga Hartarto dipilih oleh 23,5 persen responden, kedua Prabowo Subianto 16,4 persen, dan Ganjar Pranowo 8,3 persen.

Selanjutnya Anies Baswedan 7,6 persen, Gatot Nurmantyo 7,7 persen, Puan Maharani 6,5 persen, Muhaimin Iskandar 3,3 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,1 persen responden, Erick Thohir 2,2 persen, Sandiaga Uno 1,9 persen dan terakhir yang tidak memilih 19,5 persen responden.

Alasan utama, mereka memilih Airlangga Hartarto karena Indonesia butuh keberlanjutan pembangunan yang sudah dijalankan Jokowi dan perbaikan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk mengurangi angka kemiskinan akibat dampak pandemi Covid yang diperkirakan akan tetap mempengaruhi kinerja ekonomi Nasional pasca- Jokowi.

Alasan utama mereka memilih Prabowo Subianto, pertama tegas berwibawa. Memilih Ganjar Pranowo karena Ganjar Pranowo sering bermedsos dalam menjalankan pemerintahan sebagai Gubernur Jateng.

Memilih Gatot Nurmantyo, dengan alasan menginginkan capres yang tidak terafiliasi pemerintahan Jokowi saat ini sebagai simbol antitesa dari pemerintahan yang sekarang

Memilih Anies Baswedan dengan alasan menginginkan capres yang terafiliasi dengan Gerakan 212 dan dekat dengan FPI Memilih Puan Maharani dengan alasan kesamaan pilihan parpol dan dekat dengan PDI Perjuangan.

Memilih Muhaimin Iskandar dengan alasan kedekatan dengan NU Memilih Agus Harimurti Yudhoyono dengan alasan sebagai pemilih SBY pada pemilu yang lalu.

Memilih Erick Thohir dengan alasan wajah dan namanya terpampang di ATM bank bank BUMN. Memilih Sandiaga Uno dengan alasan Didukung Ijtima Ulama untuk Pilpres 2024.

Dari hasil temuan penelitian tentang preferensi dan persepsi masyarakat jika pemilu digelar hari ini, Partai Golkar paling banyak dipilih sebagai Top of Mind dengan tingkat keterpilihan sebesar 14,9 persen, disusul PDI Perjuangan 14,8 persen, Gerindra 14,2 persen, Demokrat 4,2 persen ,Nasdem 3,9 persen, PKS 3,2 persen, PKB 3,2 persen, PPP 1,2 persen .

Lalu PAN 1,1 persen , Perindo 1,1 persen, PRIMA 1,1 persen,Partai Buruh 1,1 persen ,Garuda 1 persen ,PSI 0,7 persen , PBB 0,6 persen ,Gelora 0,6 persen ,Hanura 0,6 persen, Ummat 0,2 persen, dan partai lainnya tidak yang memilih. Sedangkan yang tidak menjawab atau memilih 30,8 persen.

Dari hasil temuan penelitian tentang preferensi dan persepsi masyarakat jika pemilu digelar hari dengan menggunakan pertanyaan tertutup, pada 2140 responden diberikan kertas kuesioner berisi nama partai politik dan diminta untuk memilih dan alasan memilihnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved