Berita Pendidikan Hari Ini
Pendaftaran SNMPTN 2022 Sudah Dibuka, Cek 10 Universitas Terbaik di Indonesia versi Webometrics
Sebanyak 820.745 siswa dinyatakan eligible atau berhak untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SNMPTN ) 2022.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 820.745 siswa dinyatakan eligible atau berhak untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SNMPTN ) 2022.
Jumlah ini terlihat dari pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sekaligus penetapan siswa eligible yang telah ditutup sejak Kamis (10/2/2022) lalu.
Direktur Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Budi Prasetyo Widyobroto mengatakan, di tahun 2022 ini, tingkat finalisasi PDSS tidak mencapai 100 persen.
“Jumlah yang tidak difinalisasi hanya 490 sekolah atau kalau dipersentase sekitar 2,58 persen,” katanya dalam webinar, Minggu (13/2/2022).
Baca juga: SUDAH DIBUKA! Simak CARA Daftar SNMPTN 2022 Via Snmptn.ltmpt.ac.id atau Portal.ltmpt.ac.id
Budi mengungkap kemungkinan sekolah tidak melakukan finalisasi.
Antara lain, pesimistis siswanya tidak lolos SNMPTN .
"Ada kemungkinan sudah tahu siswanya tidak diterima walaupun diizinkan mendaftar, kemudian ada yang masalah malas-malasan sampai hari terakhir sudah diperpanjang dua hari masih belum masuk dan kemungkinan yang lain," tutur dia.
Sebelum siswa memasukkan pendaftaran, ada baiknya untuk mengecek 10 universitas terbaik di Indonesia versi Webometrics tahun 2022.
Berikut 10 Universitas Terbaik di Indonesia dilansir dari laman Webometrics di tahun 2022:
1.Universitas Indonesia
2.Universitas Gadjah Mada
3.Universitas Brawijaya
4.Institut Pertanian Bogor
5.Universitas Airlangga
6.Universitas Sebelas Maret (UNS Surakarta)
7.Institut Teknologi Sepuluh Nopember
8.Telkom University
9.Institut Teknologi Bandung
10.Universitas Lampung
Baca juga: LOGIN Pendaftaran SNMPTN 2022 di Portal.ltmpt.ac.id Mulai Pukul 15.00
Meski begitu, peserta SNMPTN hanya bisa memasukkan pendaftaran ke-9 perguruan tinggi negeri (PTN).
Sebab, Telkom University merupakan kampus swasta di bawah Yayasan Pendidikan Telkom.
Di DI Yogyakarta, UGM menempati peringkat kedua pada pemeringkatan kampus terbaik di Indonesia versi Webometrics 2022.
Direktur Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSSDI) UGM , Widyawan ST MSc PhD menyebutkan bahwa pada tahun sebelumnya UGM menempati peringkat pertama.
Penurunan peringkat yang terjadi pada tahun ini menurut Widyawan salah satunya disebabkan oleh perubahan pada kriteria penilaian.
“Tadinya ada empat kriteria, sekarang menjadi tiga. Kriteria yang tidak dilanjutkan, yaitu presence, itu adalah salah satu kekuatan UGM ,” terangnya, Selasa (15/2/2022).
Kriteria presence atau public knowledge shared, katanya , diukur dari banyaknya file digital di laman UGM.
Sementara itu, indikator yang digunakan untuk pemeringkatan kali ini meliputi impact atau visibility, openness atau transparency, serta excellence.
Salah satu aspek yang menurutnya masih perlu diperbaiki untuk meningkatkan peringkat UGM adalah pada indikator excellence yang pada tahun ini memiliki bobot penilaian sebesar 40 persen.
Baca juga: Inilah Jadwal Terbaru SNMPTN 2022 yang Mengalami Sedikit Perubahan
Hasil pemeringkatan ini memberikan tantangan bagi UGM untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi menjadi lebih baik lagi agar website UGM bisa menjadi jendela informasi bagi masyarakat.
Widyawan menerangkan, visibility dinilai dari jumlah referensi dari jaringan luar (subnet) ke laman UGM, sedangkan openness mengukur jumlah sitasi ke 210 top author atau dosen.
“Excellence dinilai berdasar jumlah artikel publikasi ilmiah karya sivitas akademika UGM yang terdapat pada top 10 % yang paling banyak disitasi pada 27 disiplin,” paparnya.
Webometrics Ranking of World Universities sendiri merupakan pemeringkatan yang diinisiasi oleh Cybermetrics Lab, sebuah kelompok riset yang menjadi bagian dari Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), badan riset publik terbesar di Spanyol.
Dilakukan sejak tahun 2004, pemeringkatan ini bertujuan untuk mempromosikan open access terhadap pengetahuan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.
Pada tahun ini, terdapat sekitar 31 ribu perguruan tinggi di lebih dari 200 negara yang masuk dalam daftar pemeringkatan. ( Tribunjogja.com )