Internasional

Pemerintah Indonesia Berencana Evakuasi WNI, Konflik Rusia-Ukraina Memanas

Menlu RI sampaikan pesan perdamaian kepada Menlu Rusia. Konflik Ukraina-Rusia kian memanas.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Google
Peta wilayah negara dunia 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) mengabarkan belum lama ini Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan percakapan melalui telepon dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov.

Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan (BDSP) Kementerian Luar Negeri RI, Achmad Rizal Purnama mengatakan pembicaraan lewat telepon dilakukan pada Rabu (9/2/2022).

Rizal mengatakan pembicaraan kedua Menlu terkait hubungan bilateral RI-Rusia, termasuk membicarakan perkembangan kondisi di kawasan.

“Kemarin pada Rabu, bu Menlu berbicara dengan Menlu Rusia Lavrov. Berbicara tentang hubungan bilateral kedua negara dan perkembangan di kawasan yang sama-sama kita ikuti,” kata Rizal.

Rizal melanjutkan, inti dari pembicaraan kedua Menlu bersifat normal terkait hubungan bilateral.

Kedua Menlu juga membicarakan rencana kunjungan tingkat tinggi, yang beberapa perlu memperhatikan banyak pertimbangan karena kasus varian Omicron.

Rizal tak menampik juga ada pembahasan terkait perkembangan terakhir di kawasan perbatasan Rusia-Ukraina.

Kepada Menlu Rusia, ia menyebut kalau Menlu RI kembali menyampaikan pesan perdamaian.

Indonesia berharap adanya negosiasi untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi kedua belah pihak.

“Kita tidak ingin melihat adanya disabilitas di mana pun itu, apalagi terjadinya konflik,” kata Rizal.

“Kita sedang fokus menyelesaikan masalah pandemi dan pemulihan ekonomi. Itu kira-kira pesan yang Ibu Menlu sampaikan,” lanjutnya.

Pemerintah menyiapkan rencana kontijensi untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Ukraina menanggapi situasi di negara tersebut.

Sebagaimana diketahui situasi di perbatasan Ukraina semakin intens usai Rusia menempatkan kurang lebih 100 ribu tentara di wilayah tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa rencana kontijensi merupakan standar yang wajib dimiliki seluruh perwakilan Indonesia yang ada di luar negeri, termasuk kedutaan Indonesia yang ada di Ukraina (KBRI Kiev).

Dalam hal ini, Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan KBRI Kiev, KBRI KBRI Warsawa, KBRI Moskow, serta kementerian lembaga terkait di dalam negeri telah membangun rencana kontinjensi untuk mengantisipasi jika terjadi eskalasi situasi di Ukraina

“Kami sampaikan bahwa rencana kontijensi ini merupakan SOP standar yang dimiliki oleh seluruh perwakilan untuk wajib memiliki rencana kontijensi,” kata Judha.

Judha mengatakan ada 145 WNI di wilayah Ukraina, yang mayoritas tinggal di wilayah Kiev dan beberapa tersebar di daerah lain di Ukraina. Mereka dalam keadaan sehat dan aman.

KBRI Kiev selalu melakukan proses pendataan dan melakukan pemutakhiran data WNI.Menanggapi situasi, KBRI juga telah membangun komunikasi dengan para WNI melalui whatsapp grup untuk menyampaikan update informasi yang ada. (Tribun Network/fit/ras/nytimes/wly)

Baca Tribun Jogja edisi Sabtu 12 Februari 2022 halaman 02

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved