Pilpres 2024

Pilpres 2024: Prediksi Elektabilitas Ganjar Pranowo Setelah Insiden Wadas

Ray menilai dalam penanganan insiden Wadas, Ganjar mendadak menjadi elitis, sikap yang berbeda karena selama ini Gubernur Jateng itu dianggap ikon cal

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo - Foto dok Ilustrasi: Ganjar Pranowo datang langsung ke Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Rabu (9/2/2022).  

TRIBUNJOGJA.COM - Prediksi elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diprediksi menurun. Prediksi tersebut diungkap Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti. 

Ray menilai dalam penanganan insiden Wadas, Ganjar mendadak menjadi elitis, sikap yang berbeda karena selama ini Gubernur Jateng itu dianggap ikon calon pemimpin rakyat.

Oleh karena itu, Ray Rangkuti menilai, insiden di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah pada Selasa (8/2/2022) dapat menghambat elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ray memprediksi, elektabilitas Ganjar dapat tertahan dalam beberapa waktu bulan.

"Saya merasa bahwa peristiwa Wadas itu setidaknya kalau tidak membuat elektabilitas Pak Ganjar menurun, ya berimplikasi pada tertahannya elektabilitas yang bersangkutan," kata Ray dalam sebuah acara diskusi, Jumat (11/2/2022).

Ray berpendapat, hal itu disebabkan peristiwa Wadas mencoreng citra Ganjar yang selama ini menonjolkan dirinya sebagai sosok yang dekat dengan rakyat.

"Tiba-tiba Pak Ganjar menjadi elitis sedemikian rupa sehingga ikon calon pemimpin merakyat itu menurut saya akan sulit kembali menaikkan pamor Pak Ganjar di masa yang akan datang ya," ujar Ray.

Menurut Ray, Ganjar membutuhkan waktu untuk bisa menampilkan dirinya di luar sosok pemimpin merakyat yang selama ini ditonjolkannya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, Ganjar hampir selalu berada di papan atas survei elektabilitas calon presiden, bersama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun, dalam beberapa hari terakhit Ganjar menjadi sorotan setelah adanya pengerahan aparat bersenjata lengkap ke Desa Wadas untuk mengamankan pengukuran lahan di sana.

Peristiwa itu diwarnai tindakan represif aparat kepada warga dan penangkapan terhadap 64 warga meski akhirnya dibebaskan. Ganjar telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

"Saya ingin menyampaikan minta maaf kepada seluruh masyarakat Purworejo dan wabilkhusus kepada masyarakat di Desa Wadas," kata Ganjar Pranowo dalam konferensi pers, seperti dilansir dari Kompas TV, Rabu (9/2/2022).

Artikel tayang di https://nasional.kompas.com/read/2022/02/11/16555061/elektabilitas-ganjar-pranowo-diprediksi-terhambat-akibat-peristiwa-wadas

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved