Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Rakerda KONI DIY Hasilkan Sejumlah Program Pembianaan Atlet

Program yang telah dibentuk dalam Rakerda kemarin akan menjadi fokus utama Bidang Pembibitan, Pembinaan dan Prestasi.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Istimewa
Ketua Umum KONI DIY Prof Dr H Djoko Pekik Irianto MKes AIFO 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DI Yogyakarta digelar, Sabtu (5/2/2022) kemarin menghasilkan sejumlah program dan dibagi ke dalam tiga bidang berbeda.

Ketua Umum (Ketum) KONI DIY, Djoko Pekik Irianto mengatakan program yang telah dibentuk dalam Rakerda kemarin akan menjadi fokus utama Bidang Pembibitan, Pembinaan dan Prestasi.

“KONI Ini kan organisasi olahraga prestasi, jadi memang yang bidang binpres menjadi fokus kami,” ujar Djoko kepada wartawan, Kamis (10/2/2022)

Satu di antara program utama yang disepakati untuk dilaksanakan pada tahun 2022 adalah Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut tahun 2024 mendatang.

Baca juga: Sri Sultan HB X Beri Wejangan KONI DIY untuk Dorong Atletnya Tingkatkan Prestasi

Menurutnya Puslatda ini akan menjadi sarana untuk persiapan atlet agar lebih matang jika dilakukan lebih dini.

“Persiapan untuk PON ini tidak bisa dilakukan besok, tapi harus dilakukan mulai sekarang. Untuk awal, tahun 2022 ini kami mulai persiapan dengan melakukan Puslatda Pra PON. Sebagai program awal, kami akan bagi pelaksanaannya dalam dua tahap yang dimulai bulan April besok, dan Alhamdulillah kemarin sudah disetujui anggota,” bebernya.

Untuk pelaksanaan Puslatda Pra PON ini, di tahap pertama atlet yang akan ikut serta memang terbatas dan memiliki kriteria tertentu. 

“Untuk tahap pertama yang berlangsung April hingga Juni, kami rencanakan hanya akan diikuti sekitar 50an atlet. Kualifikasinya mungkin yang mendapat medali di ajang PON Papua kemarin dulu. Itu pun masih tetap akan syarat tambahan, salah satunya adalah usia atlet itu. Apakah di PON 2024 besok masih bisa ikut atau tidak,” tukas pria yang juga sebagai guru besar FIK UNY itu.

Selanjutnya tahap kedua dimulai Juni hingga akhir tahun 2022 mendatang, di sana jumlah atlet akan bertambah menjadi total sekitar 80 atlet. 

Baca juga: Atlet dan Pelatih Asal DIY yang Mendapat Panggilan ke Pelatnas Diberi Apresiasi oleh KONI DIY

“Penambahan atlet ini mungkin bisa dari atlet-atlet program Pelatnas yang kemarin di PON Papua, cabang olahraganya tidak ditandingkan atau dilombakan. Salah satunya balap sepeda,” paparnya.

Adapun untuk program dari Bidang Organisasi, KONI DIY akan melakukan kunjungan ke Pengda Cabor untuk koordinasi yang lebih intensif. 

“Kemarin kan saat Rakerda cabor-cabor itu banyak masukan yang masih belum tertampung. Nah, salah satu solusinya saya usulkan agar KONI DIY saja nanti yang berkunjung ke masing-masing cabor agar masukan yang ingin disampaikan bisa lebih datail,” jelasnya.

Selain itu KONI DIY juga mengusahakan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak demi menambah anggaran untuk pembinaan olahraga di DIY.

“Anggaran kami dari Pemda DIY kan terbatas, jadi upaya untuk mendukungnya adalah bekerjasama dengan pihak-pihak swasta. Makanya kemarin di Rakerda kami banyak menandatangani MOU kerjasma, ini untuk mendukung program kami,” punkasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved