Istana Akan Beli 4 Kendaraan untuk Antar Jemput Tamu Negara Senilai Rp 7,9 M

Pihak istana akan membeli empat mobil baru jenis SUV dan Commuter. Empat mobil ini untuk keperluan Istana Kepresidenan.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
ILUSTRASI - Presiden Jokowi Berkunjung ke Keraton Yogyakarta usai serahkan Banpres, Jumat (28/8/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Sekretariat Negara RI akan membeli empat mobil baru jenis SUV dan Commuter untuk keperluan Istana Kepresidenan.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, mengatakan, keempat mobil tersebut diperuntukkan untuk kegiatan kenegaraan, misalnya untuk digunakan tamu-tamu negara saat berkunjung ke Indonesia atau acara kenegaraan lainnya.

"Untuk tamu-tamu negara misalkan tamu, misalnya Jepang, Malaysia," tuturnya, Selasa (8/2/2022).

Heru enggan menyebutkan merk mobil yang dibeli untuk kegiatan kenegaraan tersebut. Hanya saja jenis mobil yang dibeli yakni SUV dan komuter.

"SUV dan comuter ," tuturnya.

"Jadi cuma beli 4, enggak 36 diganti, hanya punya anggaran beli 4. Jadi cuma beli 4. Beli 4 saja," tambah Heru.

Menurutnya pengadaan mobil baru di lingkungan Istana Kepresidenan sudah melalui proses kajian secara mendalam yang disusun bersama-sama dengan Biro Umum, Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Wakil Presiden.

"Yang sudah disepakati proses pengadaan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2019 sampai tahun 2024," katanya.

Heru menjelaskan pengadaan mobil tersebut dilakukan secara bertahap karena keterbatasan pagu yang dialokasikan oleh kementerian keuangan.

Oleh karenanya pengadaan mobil tersebut sudah direncanakan sejak awal.

Menurut Heru, beberapa unit kendaraan yang diadakan merupakan peremajaan kendaraan yang telah dihapuskan pada tahun 2021.

Kendaraan ini juga untuk mendukung rangkaian kegiatan Tamu negara.

Ia menambahkan pengadaan mobil tersebut mengutamakan aspek efektifitas dan akuntabilitas serta transparansi anggaran. Namun, Heru tidak menjelaskan jumlah serta tipe mobil apa dalam pengadaan tahun 2022 tersebut.

"Dan tentunya kami menerima dan mempertimbangkan masukan apabila anggaran ini direalokasikan untuk kepentingan yang lebih prioritas/mendesak," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved