KPU Usulkan Masa Kampanye Pemilu 2024 Selama 120 Hari

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan masa kampanye untuk Pemilu 2024 adalah selama 120 hari atau empat bulan.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Ist
Ilustrasi 

JAKARTA, TRIBUN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan masa kampanye untuk Pemilu 2024 adalah selama 120 hari atau empat bulan. Masa 120 hari kampanye itu tertuang dalam draf Peraturan KPU tentang Tahapan Pemilu.

Ketua KPU Ilham Saputra menyebut pertimbangan durasi kampanye tersebut terkait dengan penyiapan logistik Pemilu 2024.

"KPU ada pertimbangan pertama tentang penyiapan logistik. Kampanye ini kan sangat berurusan dengan daftar calon tetap, daftar calon tetap beririsan dengan logistik. Sementara dalam hitungan kita dari daftar calon tetap sampai distribusi butuh 126 hari," ujar Ilham, Selasa (1/2/2022).

Terkait hal tersebut Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai, masa kampanye 120 hari atau empat bulan itu terlalu lama.

Menurut Ujang, masa kampanye yang telalu lama itu justru membuat para calon legislatif yang memiliki dana minim akan kewalahan mengatur budget dan logistik kampanye.

"Karena makin lama kampanye, makin kempes kantong, dan makin banyak yang dijual (jual tanah dan lain-lain untuk biaya kampanye)," kata Ujang.

Memang dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tidak secara spesifik mengatur durasi masa kampanye. Sehingga diperlukan kesepakatan antara penyelenggara pemilu, pemerintah, dan DPR.

Karena pertimbangan penyiapan logistik yang menjadi dasar durasi kampanye menjadi 120 hari. KPU, pemerintah, dan DPR telah sepakat menggelar Pemilu pada 14 Februari 2024.

Tetapi masih ada perbedaan pendapat antara KPU, pemerintah, dan DPR soal durasi kampanye pada Pemilu 2024. Sejumlah anggota DPR ingin masa kampanye yang panjang, sementara beberapa anggota DPR lainnya dan Kemendagri mengusulkan lebih sedikit yakni 90 hari.

Sudah Cukup

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menilai, waktu 120 hari atau 4 bulan masa kampanye itu terbilang sudah cukup. Pengalaman pemilu sebelumnya, Yandri menyebut bahwa masa kampanye 4 bulan akan diisi dengan berbagai bentuk kampanye. Misalnya, kata Ketua Komisi VIII DPR ini bisa diisi dengan dialogis, tatap muka terbatas, kampanye akbar serta kegiatan-kegiatan lainnya.

"Jadi 4 bulan sudah cukup untuk baik buat para caleg (calon legislatif) menyapa rakyat," kata Yandri.

Pendapat senada juga disampaikan Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. Menurutnya 120 hari adalah regulated campaign, sementara sebagian besar dalam kurun waktu 5 tahun adalah unregulated campaign.

"Semua program kerja dan kerja-kerja politik partai politik dan aktor-aktor politik pada dasarnya adalah bagian dari kampanye dan pendidikan politik. Jadi sebenarnya lebih dari cukup waktu bagi Parpol maupun politisi untuk

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved